Dalam Debat, Prabowo akan Bahas Pangan Murah untuk Emak-emak hingga Listrik Mahal

Kompas.com - 17/02/2019, 20:11 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (8/2/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOCalon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (8/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Debat kedua kandidat calon presiden RI kali ini akan membahas isu-isu pangan, energi, sumber daya alam, infrastruktur, dan lingkungan. Meski hanya diikuti oleh capres, namun calon wakil presiden Sandiaga Uno tetap mendampingi Prabowo Subianto mempersiapkan debat tersebut.

Sandiaga mengatakan, dalam debat yang dimulai pukul 20.00 WIB itu, Prabowo akan membahas keluhan masyarakat kepada mereka selama bertemu konstituen. Salah satunya yakni soal harga pangan yang bergejolak dan dianggap membebani masyarakat.

"Bagaimana kami menghadirkan pangan murah bagi emak-emak menjadi salah satu poin utama yang akan disampaikan Prabowo," ujar Sandiaga dalam wawancara bersama Kompas TV, Minggu (17/2/2019) malam.

Fokus kedua yang akan dibahas Prabowo dalam debat capres adalah kesejahteraan petani.

Baca juga: Hal-hal Krusial Terkait Debat Kedua Jokowi dan Prabowo

Sandiaga menegaskan, baik dirinya maupun Prabowo ingin impor pangan tidak boleh dilakukan saat panen. Sebab, hal tersebut sangat memberatkan petani karena harus bersaing dengan bahan pertanian yang diimpor. Jika tak habis terjual, maka mereka merugi.

Capres dan Cawapres nomor urut 02 itu ingin memastikan para petani punya kesempatan mendapatkan harga jual yang layak. Selain itu, kata Sandiaga, mereka juga ingin adanya jaminan untuk hasil panen petani.

"Bagi kita, pangan sangat potensi karena kalau dilihat negeri ini sangat kaya raya, anahnya subur, SDM sangat pintar, hebat," kata Sandiaga.

"Dengan kebijakan yang tepat, kami bisa menghadirkan swasembada pangan buat Indonesia," lanjut dia.

Prabowo, kata Sandiaga, juga akan membahas keluhan masyarakat soal mahalnya harga listrik. Hal ini dianggap ironis karena Indonesia punya sumber daya alam yang kaya. Oleh karena itu, perlu didorong kebijakan menyalurkan listrik murah bagi masyarakat.

"Jadi bagaimana menghadirkan sumber daya energi yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Itu yang akan kita hadirkan," kata Sandiaga.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X