Impor Jagung Berkurang, Jokowi Berterima Kasih pada Petani

Kompas.com - 17/02/2019, 20:35 WIB
Calon Presiden nomor urut 1, Joko Widodo saat mengikuti debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Calon Presiden nomor urut 1, Joko Widodo saat mengikuti debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengatakan, impor jagung terus menurun sejak 2014 lalu. Dia pun berterima kasih kepada para petani yang berhasil memproduksi jagung lebih banyak.

Di 2014, kata dia, Indonesia mengimpor 3,3 juta ton jagung. Namun, di 2018 impor jagung menurun.

“Terima kasih ke petani jagung. Di 2014 kita masih impor 3,5 juta ton jagung, di 2018 hanya 180 ribu ton jagung. Artinya ada produksi dari petani sebanyak 3,3 juta ton, Ini lomptan besar,” ujar Jokowi dalam debat capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Jokowi menambahkan, di sektor pangan, dirinya bersama Ma’ruf Amin akan menjamin ketersediaan pangan.

Baca juga: Prabowo: Dengan Swasembada Pangan, Air, dan Energi, Bangsa Bisa Survive

“Stabilitas harga juga akan kita jaga,” kata Jokowi.

Sementara itu, di sektor energi, dirinya ingin Indonesia terbebas dari ketergantungan dengan bahan bakar fosil. Dia ingin menggantinya dengan bio diesel.

“Sudah kita mulai melakukan dengan produksi B20, akan kita lanjutkan sampai B 100, sehingga ketergantungan energi fosil bisa dikurangi dari tahun ke tahun,” ucap dia.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X