Prabowo Bicara Nelayan Hidup Susah, Jokowi Cerita Blusukan Jam 12 Malam

Kompas.com - 18/02/2019, 07:03 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) saling memberi salam seusai debat capres 2019 disaksikan moderator di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww. ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAYCapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) saling memberi salam seusai debat capres 2019 disaksikan moderator di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Isu kesejahteraan nelayan menjadi salah satu bahasan dalam debat capres kedua yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Hal ini dimulai dari pernyataan Capres nomor urut 02 yang mempertanyakan klaim Capres nomor urut 01 Joko Widodo soal kinerja selama 4 tahun menjadi Presiden.

"Yang jadi masalah sekarang adalah para nelayan-nelayan miskin itu tidak punya akses kepada teknologi, tidak punya akses kepada kapal," ujar Prabowo.

"Tidak punya akses kepada modal dan dibatasi oleh peraturan-peraturan yang sangat membatasi kemampuan nelayan kecil untuk melaut dan untuk melaksanakan pekerjaannya," sambungnya.

Baca juga: Cerita Jokowi Berdua dengan Sopir Temui Nelayan Tengah Malam...

Saat diberikan kesempatan untuk menanggapi, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah sudah memberiakan berbagai kemudahan untuk nelayan.

Mulai dari membebaskan perizinan bagi nelayan dengan kapal di bawah 10 GT hingga membentuk yang Bank Mikro Nelayan agar para nelayan bisa mengakses ke bidang keuangan.

Namun Prabowo mengatakan, apa yang ia sampaikan merupakan fakta yang bersumber dari suara para nelayan yang ditemuinya saat kampanye ke berbagai daerah.

Prabowo menilai Jokowi hanya mendapatkan laporan hal-hal bagus saja dari para menterinya. Padahal kondisi di lapangan tidak seperti yang dilaporkan.

"Biasanya di republik ini, biasa Pak dari dulu kita sudah lama jadi orang Indonesia jadi laporannya bagus bagus, bagus. Kenyataannya Indonesia di bawah tidak sebagus apa yang dilaporkan ke bapak demikian," kata Prabowo.

Jokowi lantas mengatakan bahwa ia juga mengecek kondisi nyata masyarakat di bawah. Salah satunya dengan blusukan ke kampung nelayan.

Baca juga: Jokowi: 191.000 Km Jalan Dibangun Berkat Dana Desa

Jokowi bercerita datang ke Desa Tambak Lorok di Semarang jam 12 malam hanya untuk mengecek kondisi para nelayan di kampung nelayan tersebut

"Jam 12 malam, tengah malam saya berdua dengan sopir berdua saja ke sana untuk memastikan, bagaimana kondisi nelayan yang benar," kata dia.

"Karena betul bahwa banyak laporan ke saya yang baik, tapi saya ingin memastikan nelayan itu betul-betul kondisinya seperti apa," sambung Jokowi.

Setelah cerita itu, moderator mempersilahkan Prabowo untuk kembali menanggapi. Namun Prabowo mengatakan bahwa penjelasan Jokowi cukup jelas.

Baca juga: Prabowo: Daripada Dikelola Asing, Lebih Baik Saya yang Kelola

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X