Menteri BUMN: Turunnya Harga Avtur Tak Pengaruhi Laba Pertamina

Kompas.com - 18/02/2019, 18:28 WIB
Depot Pengisian Pesawat Udara Hang Nadim, Batam, Kepri terus meningkatkan pelayanannya dalam menyediakan avtur terhadap sejumlah maskapai yang ada di Bandara Hang Nadim, Batam. Hal ini bertujuan untuk membantu kelancaran tranfortasi udara guna mempersingkat jarak dan waktu antara daerah satu ke daerah lainnya yang ada di Indonesia.KOMPAS.COM/ HADI MAULANA Depot Pengisian Pesawat Udara Hang Nadim, Batam, Kepri terus meningkatkan pelayanannya dalam menyediakan avtur terhadap sejumlah maskapai yang ada di Bandara Hang Nadim, Batam. Hal ini bertujuan untuk membantu kelancaran tranfortasi udara guna mempersingkat jarak dan waktu antara daerah satu ke daerah lainnya yang ada di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) telah menurunkan harga avtur di pasaran, seperti di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng yang mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 8.210 per liter menjadi Rp 7.960 per liter.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan turunnya harga avtur tidak akan memengaruhi profitabilitas dari Pertamina. Sebab, Pertamina mengimbangi penurunan harga bahan bakar pesawat tersebut dengan melakukan efisiensi melalui sinergi dengan BUMN lain yang memiliki bisnis beririsan.

"Kalau ada operasional yang bukan bisnis inti tapi kemudian ada BUMN lain yang menjadi bisnis intinya ya suda kerjakan sama mereka," ujar Rini di Jakarta, Senin (12/2/2019).

Dia pun menekankan, sejujurnya harga avtur yang dipasang oleh Pertamina tak terlampau mahal dan cenderung kompetitif dengan beberapa negara lainnya.

Sebagai catatan, jika dibandingkan dengan harga avtur di Singapura, harga yang dipasang oleh Pertamina lebih rendah 26 persen. Di Bandara Changi Singapura, harga avtur per 15 Februari 2019 lalu berada di kisaran Rp 10.769 per liter.

Walaupun demikian, Rini tak menampik harga avtur di beberapa kawasan yang jauh dari Jawa masih cukup mahal.

"Saya mereview di luar seperti di Makassar, cost itu masih tinggi karena namanya pengiriman memakai pelabuhan, ini yang membuat supaya kita turunkan di seluruh Indonesia," ujar Rini.

Sementara, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, rumusan dari penurunan harga avtur tempo hari didasarkan pada Keputusan Menteri ESDM No. 17 tahun 2019 untuk penyesuaian harga avtur dan sudah berlaku di seluruh Indonesia.

Selain itu, turunnya harga avtur di Indonesia juga disebabkan turunnya harga minyak dunia sekaligus harga trading minyak di kawasan Asia oleh Mean of Platts Singapore (MOPS).

"Tidak masalah, itu memang sudah regulasi. Kan tapi pembeliannya (harga beli) juga turun kan ini MOPS. Harga jual kita sesuaikan dengan MOPS, jadi ketika pembelian kita turun harga kita juga turun, jadi itu sesuatu hal yang biasa saja," jelas Nicke.



Close Ads X