Pemerintah Prioritaskan Industri Makanan-Minuman untuk Genjot Ekspor

Kompas.com - 18/02/2019, 21:07 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memeberikan ketengan usai melepas ekspor kontainer produk Mayora di Pabrik Mayora-PT. Torabika Eka Semest di kawasan Cikupa, Tangerang, Senin (18/2/2019).KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Presiden Joko Widodo (Jokowi) memeberikan ketengan usai melepas ekspor kontainer produk Mayora di Pabrik Mayora-PT. Torabika Eka Semest di kawasan Cikupa, Tangerang, Senin (18/2/2019).

TANGERANG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengungkapkan pemerintah akan mempersiapkan upaya untuk meningkat aktivitas ekspor Indonesia.

Satu di antara langkah itu ialah memprioritaskan sektor industri makan dan minuman agar mampu meningkatkan ekspor.

"Pertama memang ada prioritas, prioritas tadi memang saya sampaikan ke Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, industri makanan dan minuman menjadi prioritas karena growth-nya tinggi, 9 persen. Itu gede banget," kata Jokowi di Cikupa, Tangerang, Banten, Senin (18/2/2019).

Jokowi menilai, selama ini industri makanan dan minuman mampu menunjukkan kinerja yang positif serta tumbuh dengan signifikan. Karena itu, pemerintah akan mendukung industri ini supaya bisa tumbuh lebih baik dan aktivitas ekspornya meningkat.

"Industri ini harus diberikan dukungan, sehingga kemarin ada sedikit masalah misalnya Mayora dan Filipina. Nah, pemerintah mengirimkan tim berbicara dengan pemerintah di sana agar yang ada tetap bisa masuk," tuturnya.

Dia menambahkan, guna mendukung langkah itu, pemerintah telah melakukan penyederhanaan perizinan supaya menarik banyak investasi yang masuk. Sehingga diharapankan perusahaan yang menanamkan modal di Indonesia bisa mengekspor produknya ke mancanegara.

"Saya kira regulasi untuk ekspor hampir dikatakan semuanya disederhanakan. Karena memang kunci di situ untuk memperbaiki neraca perdagangan kita, memperbaiki neraca transaksi kita. Yang paling penting kecepatan ekspor harus didorong," tandasnya.




Close Ads X