2020, Transaksi di e-Commerce Diprediksi Capai 12 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 19/02/2019, 18:07 WIB
Ilustrasi e-commerceusabilitygeek.com Ilustrasi e-commerce

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak empat tahun terakhir perusahaan yang memasarkan produknya dalam perdagangan elektronik atau e-commerce terus bertambah dan meningkat. Angkanya pun signifikan.

Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia ( idEA), Ignatius Untung S menyebutkan, sejak beberapa tahun terakhir e-commerce terus bermunculan di Tanah Air dan pertumbuhannya sangat drastis.

"Kita lihat, pertumbuhan e-commerce masih sangat pesat. Dalam empat tahun terakhir tumbuh mencapai 500 persen," ungkapnya.

Menurut Ignatius, adanya pertumbuhan itu akan memberikan dampak dan pengaruh besar pada sisi transaksi penjualan/pembelian dalam e-commerce. Sebab, pengguna internet di Indonesia terbilang besar yakni sekitar 130 juta orang.

"Jadi luar biasa pesat. Indonesia diprediksi akan punya 12 miliar transaksi e-commerce di tahun 2020," sebutnya.

Ignatius menuturkan, sejuah ini memang pengguna atau pembeli produk di e-commerce masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan transaksi secara offline. Namun, angkanya akan terus meningkat seiring waktu seiring dengan inovasi yang dilakukan pelaku e-commerce.

"Kalau kita ngomong data transaksi online masih kecil sekali, masih single digit, masih dibawah 10 persen kontribusinya dibandingkan dengan total transaksi offline," imbuhnya.

Ia menerangakan, angka transaksi di e-commerce secara online ini belum sebending dengan jumlah pengguna internet sekitar 130 juta orang. Karena hanya sebesar 11,5 persennya yang menggunakan internet untuk bertransaksi dalam perdagangan elektronik.

"Artinya, walaupun penggunannya sudah 11,5 persen, tapi kalau dari value transaksinya masih ketinggalan. Maka dari itu butuh upaya untuk bagaimana caranya orang bisa digenjot (lebih sering bertransaksi di e-commerce)," imbuhnya.

Dia menjelaskan, saat ini Indonesia sudah menempati posisi utama untuk pasar e-commerce kawasan Asia Tenggara dan diperkirakan akan menjadi market terbesar.

Sisi lain, jika ditinjau atau dicermati lebih detail, transaksi per pengguna pada e-commerce masih sangat kecil. Inilah yang harus ditingkatkan ke depannya.

"Data yang kami peroleh, rata-rata pembelanjaan per user selama setahun itu masih sekitar Rp1.000.000-an dan diprediksi sampai tahun 2023 sampai Rp1.500.000," ungkapnya.

"Kita mau mengakselerasi ini supaya prediksi ini salah. Prediksi ini terlalu rendah untuk industri yang besar ini," tambah Ignatius.

Hingga kini, ada beberapa kendala yang dihadapi pelaku e-commerce untuk terus tumbuh dan meningkatkan jumlah transaksinya. Salah satunya ialah kebiasaan seseorang yang belum bergeser dari offline ke online ketika melakukan pembelian suatu barang atau produk.



Close Ads X