4 Resep Mudah agar Anda Tidak Jadi Beban Anak saat Memasuki Masa Tua

Kompas.com - 20/02/2019, 09:15 WIB
Ilustrasi orang tua bahagiaSiri Stafford Ilustrasi orang tua bahagia

3. Berhati-hati dengan utang

Saat Anda masih berada di tahap awal membangun karir, mungkin Anda akan menghadapi banyak godaan untuk berutang. Dari mulai penawaran kartu kredit sampai kredit pemilikan rumah. Utang bukanlah masalah selama diputuskan dengan pertimbangan finansial yang matang. Dengan hitungan yang tepat, utang bisa menjadi salah satu cara mendongkrak nilai aset yang mudah.

Namun, bila dilakukan dengan sembrono, utang adalah penyebab malapetaka dan kebangkrutan finansial paling banyak. Maka itu, sedari muda, biasakan untuk berhati-hati mengambil utang. Misalnya, hindari utang konsumtif. Bila memiliki kartu kredit, pastikan untuk memakainya secara sehat, hindari pembayaran minimal agar terhindar dari bunga yang mahal.

Begitu juga saat memutuskan mengambil kredit dengan nilai besar seperti KPR atau kredit mobil. Pastikan Anda memang memiliki kemampuan pembayaran cicilan utang sekaligus menghitung beban sampingannya. Pilih juga tenor yang tepat supaya kelak di kala usia sudah menjelang pensiun, Anda tidak lagi terbebani masalah utang.

4. Lengkapi kebutuhan proteksi

Saat seseorang memasuki usia pensiun, biasanya risiko kesehatan akan semakin meningkat. Maklum, usia fisik semakin menua. Semakin tua usia, risiko kian meningkat, biaya pemeliharaan kesehatan juga ikut meningkat. Banyak kasus yang umum terjadi pada generasi sandwich adalah ketika mereka harus ikut menanggung biaya kesehatan orang tua mereka.

Nah, Anda bisa menanggulangi sejak dini supaya kelak anak-anak Anda tidak ikut direpotkan menanggung biaya pengobatan Anda di kala pensiun. Caranya bisa dengan memelihara gaya hidup sehat sejak muda.

Selain itu, Anda bisa melengkapi kebutuhan proteksi kesehatan dengan membeli asuransi kesehatan sejak muda. Dengan berasuransi sejak muda, Anda berpeluang mendapatkan polis dengan harga premi lebih terjangkau.

Bagaimana dengan asuransi jiwa? Bila saat ini Anda sudah berperan sebagai pencari nafkah keluarga, sebaiknya asuransi jiwa juga dilengkapi. Asuransi jiwa berguna untuk memitigasi risiko finansial yang dihadapi keluarga apabila kelak tiba-tiba si pencari nafkah meninggal dunia.

Dengan menjalankan 4 hal tersebut, Anda bisa memperkecil terulangnya masalah generasi sandwich dan bisa menjemput masa pensiun sejahtera juga mandiri.

 

Artikel ini adalah kerjasama konten antara Kompas.com dengan HaloMoney.co.id. Isi konten menjadi tanggung jawab sepenuhnya HaloMoney.co.id.

 

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X