Tingkatkan Pelayanan, AirNav Gelontorkan Rp 2,6 Triliun

Kompas.com - 20/02/2019, 13:52 WIB
Kepala Otortitas Bandar Udara Wilayah VI Padang Agoes Soebagio, Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto, dan Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Didiet K.S. Radityo di Padang, Rabu (20/2/2019).KOMPAS.com/MUTIA FAUZIA Kepala Otortitas Bandar Udara Wilayah VI Padang Agoes Soebagio, Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto, dan Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Didiet K.S. Radityo di Padang, Rabu (20/2/2019).

PADANG, KOMPAS.com – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal AirNav Indonesia mengalokasikan anggaran investasi senilai Rp 2,6 triliun naik dibanding tahun lalu sebesar Rp 1,9 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk 290 program peningkatan layanan navigasi penerbangan di seluruh Cabang AirNav Indonesia baik di bandara-bandara besar maupun perintis.

“Selama enam tahun memberikan layanan navigasi penerbangan di ruang udara Indonesia, AirNav Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan," ujar Direktur Utama AirNav Novie Riyanto di Padang, Rabu (20/2/2019).

Novie menjelaskan, investasi tersebut ditujukan untuk modernisasi peralatan CNS-A (Communication, Navigation, Surveillance dan Automation) dan peningkatan kualitas personel layanan navigasi penerbangan.

Baca juga: AirNav: Debu Vulkanik Gunung Krakatau Tak Ganggu Penerbangan

Jika dirinci, anggaran yang dialokasikan untuk peralatan komunikasi sebesar Rp 260,4 miliar (10 persen), navigasi Rp 113,5 miliar (4 persen), surveillance Rp 222 miliar (9 persen), automation Rp 1,1 triliun (44 persen), mechanical and electrical Rp 71,4 miliar (3 persen) serta building & supporting Rp 779,7 miliar (30 persen).

Adapun beberapa program yang dikerjakan oleh AirNav Indonesia pada tahun 2019 antara lain pembangunan menara pengendali lalu lintas penerbangan (ATC Tower) di New International Yogyakarta Airport (NYIA), Banjarmasin, Solo, Ilaga, Wamena, Palu, Silangit, Bengkulu, Letung, Muara Teweh, Dekai dan Sintang.

Kemudian peremajaan dan upgrade ADS-B (Automatic Dependent Surveillance Broadcast) di sejumlah bandara, A-SMGCS (Advanced-Surface Movement Guidance and Control System) level 2 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, penambahan mobile tower, serta 3D ATC simulator dan surveillance simulator.

"Seluruh program investasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan layanan navigasi penerbangan secara merata di seluruh ruang udara Indonesia," ujar Novie.




Close Ads X