Fintech Lending Sangat Dibutuhkan Masyarakat "Unbanked"

Kompas.com - 20/02/2019, 20:56 WIB
Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI), Kuseryansyah (kiri) berfoto bersama dalam sebuah acara di Union Space, Satrio Tower, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI), Kuseryansyah (kiri) berfoto bersama dalam sebuah acara di Union Space, Satrio Tower, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) menyebut, kehadiran financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending sangat dibutuhkan masyarakat. Khususnya masyarakat yang belum terjangkau oleh perbankan (unbanked).

"Kehadiran fintech P2P lending sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Karena tingginya kebutuhan pembiayaan, terutama bagi mereka yang masuk di dalam segmen unbanked dan juga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," kata Ketua Harian AFPI, Kuseryansyah di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Kuseryansyah mengatakan, fintech P2P lending terus mengalami perkembangan pesat sejak beberapa tahun terakhir. Terutama ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Peraturan OJK Nomor 77 Tahun 2018 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Adanya aturan ini sangat berdampak dan berpengaruh besar terhadap dunia fintech di Tanah Air.

Baca juga: Ketua OJK: Utang ke Fintech Ilegal Sama dengan Utang ke Rentenir

"Bahwa kehadiran fintech P2P lending sangat membantu dan mendukung kebutuhan lending yang masih tinggi di Indonesia," ujarnya.

Kuseryansyah menilai, sejauh ini bahwa pemahaman publik dan khalayak tentang produk dan jasa keuangan fintech lending masih cukup rendah. Termasuk tentang perbedaan produk, jasa dan dampak positif yang telah dihadirkan industri ini pada kehidupan.

"Karenanya, AFPI bersama seluruh pemangku kepentingan lainnya termasuk OJK secara aktif melakukan kegiatan yang meningkatkan literasi keuangan. Salah satunya melalui acara Fintech Talk," sebutnya.

Dia menambahkan, industri fintech memiliki peran yang sangat penting dalam membantu meningkatkan akses keuangan masyarakat Indonesia.  Apalagi pemerintah telah menargetkan tingkat inklusi keuangan sebesar 75 persen di tahun ini.

"Per Oktober 2018, berdasarkan data OJK penyaluran dana fintech P2P lending sudah menembus Rp 15,6 triliun," sebutnya.

Hingga saat ini, terdapat 99 perusahaan fintech P2P lending yang sudah terdaftar di OJK dan keberadaannya sudah legal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
'Travel Bubble' Indonesia-Singapura, Sandiaga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura, Sandiaga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

Whats New
Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Work Smart
Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Earn Smart
Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Whats New
Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Whats New
Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.