Airnav akan Sentralisasi 109 Titik Pelayanan di Papua

Kompas.com - 20/02/2019, 22:16 WIB
Kepala Otortitas Bandar Udara Wilayah VI Padang Agoes Soebagio, Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto, dan Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Didiet K.S. Radityo di Padang, Rabu (20/2/2019).KOMPAS.com/MUTIA FAUZIA Kepala Otortitas Bandar Udara Wilayah VI Padang Agoes Soebagio, Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto, dan Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Didiet K.S. Radityo di Padang, Rabu (20/2/2019).

PADANG, KOMPAS.com - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia akan melakukan sentralisasi 109 titik pelayanan baru di wilayah Papua.

Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto mengatakan, penambahan titik pelayanan tersebut untuk meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan yang tak hanya dilakukan di bandara-bandara besar, tetapi juga di bandara kecil dan perintis.

"Dalam mengantisipasi pertumbuhan traffic penerbangan, kualitas layanan navigasi penerbangan akan kami tingkatkan bukan hanya di bandara-bandara besar, tetapi juga bandara yang lebih kecil hingga bandara-bandara perintis," ujar Novie di Padang, Rabu (20/2/2019).

Sentralisasi sendiri hanyalah satu dari 45 program yang akan diluncurkan AirNav Indonesia di wilayah Papua tahun ini. Adapun nilai investasi yang akan digelontorkan untuk peningkatan layanan di Papua sebesar Rp 245,5 miliar. Angka tersebut meningkat 57,3 persen dari total investasi yang digelontorkan di wilayah Papua tahun lalu yang sebesar Rp 156 miliar.

Baca juga: Agar Harga Tiket Pesawat Turun, AirNav Tunda Kenaikan Tarif Layanan Navigasi

Novie menjelaskan, peningkatan kualitas jasa layanan navigasi di wilayah Papua tak banyak berupa pembangunan infarstruktur tower, tetapi lebih kepada investasi di bidang teknologi atau peralatan lainnya. Sebab, kondisi topografi di Papua cukup sulit selain juga masih memiliki keterbatasan aliran listrik

"Di Papua tidak banyak tower tapi lebih ke investasi peralatan tak terlihat, ada yang bentuknya receiver, satelit radar atau peralatan elektronik lainnya," ujar Novie.

Adapun secara keseluruhan, sepanjang 2019 ini AirNav Indonesia menganggarkan investasi total senilai Rp2,6 triliun untuk 290 program. Investasi tersebut ditujukan untuk modernisasi peralatan CNS-A (Communication, Navigation, Surveillance dan Automation) dan peningkatan kualitas personel layanan navigasi penerbangan.




Close Ads X