Pengetahuan Masyarakat soal Maladministrasi Masih Rendah

Kompas.com - 21/02/2019, 12:18 WIB
Komisioner Ombudsman RI (ORI) Adrianus Meliala  di Gedung ORI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2019). KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO Komisioner Ombudsman RI (ORI) Adrianus Meliala di Gedung ORI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Ombudsman RI Adrianus Meliala mengungkapkan, hingga kini pengetahuan masyarakat terhadap pengertian maladministrasi masih rendah.

Ini dibuktikan dengan hasil survei Ombudsman bertajuk Indeks Persepsi Maladministrasi (Inperma) 2018.

"Hanya 22 persen dari 2.818 responden yang mengetahui apa itu maladministrasi," kata Adrianus di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Baca juga: Ombudsman Ingatkan Pemerintah soal Impor Komoditas Pangan

Adrianus menjelaskan, meski ketidaktahuan masih rendah, namun tingkat kesediaan masyarakat melaporkan apabila terjadi pemasalahan pelayanan cukup tinggi. Ia menyebut, angkanya mencapai 79,4 persen dan terbilang menggembirakan.

"Fakta ini merupakan hal yang positif, karena masyarakat sudah memiliki kesadaran cukup tinggi untuk melapor," ujarnya.

Dia menuturkan, survei Inperma 2018 dilakukan untuk mendapatkan data primer dari masayarakat pengguna layanan yakni dengan cara memetakan tingkat maladministrasi pada layanan dasar. Survei berlangsung di sepuluh kota dan kabupaten yang tersebar di 10 provinsi dengan 2.818 responden.

"Provinsi yang disurvei merupakan sepuluh provinsi dengan nilai tertinggi dalam survei Kepatuhan terhadap Standar Layanan Publik Tahun 2017," imbuhnya.

Baca juga: Ombudsman Soroti Pernyataan Walkot Semarang Soal Larangan Gunakan Tol

Survei Inperma merupakan survei lanjutan terhadap Standar Layanan Publik yang sudah berlangusung sejak 2015 lalu. Dimensi pada survei ini adalah penyimpangan standar pelayanan dan penyimpangan perilaku.

"Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan data primer dari masayarakat pengguna layanan yakni dengan cara memetakan tingkat maladministrasi pada layanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, perizinan dan administrasi kependudukan," jelasnya.

Adapun kota yang disurvei adalah Medan, Tanjungpinang, Jambi, Jakarta Pusat, Bandung, Serang, Kupang, Balikpapan, Makassar, dan Kendari. Adapun kabupaten terdiri dari Deli Serdang, Lingga, Marangin, Kepulauan Seribu, Garut, Lebak, Timor Tengah Selatan, Kutai Kartanegara, Bone, dan Konawe.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X