Pungutan Pemerintah AS, Industri Mobil Jerman Bisa Kehilangan 7 Miliar Dollar AS Per Tahun

Kompas.com - 22/02/2019, 14:35 WIB
Ratusan ribu unit mobil diesel Volkswagen dan Audi diparkir di ruang penyimpanan di dekat Victorville, California, Amerika Serikat, Rabu (28/3/2018). 
Lucy Nicholson/Reuters Ratusan ribu unit mobil diesel Volkswagen dan Audi diparkir di ruang penyimpanan di dekat Victorville, California, Amerika Serikat, Rabu (28/3/2018).

LONDON, KOMPAS.com - Tarif atau bea masuk yang dikenakan Amerika Serikat terhadap produk otomotif dikhawatirkan membuat perusahaan otomotif asal Jerman merugi hingga 7 miliar dollar AS dalam satu tahun.

Dikutip dari CNN Jumat (22/2/2019), bea masuk yang diterapkan Presiden Donald Trump terhadap produk otomotif tersebut akan merugikan lebih dari sekedar produsen mobil saja.

Presiden Donald Trump sendiri memiliki waktu kurang dari 90 hari lagi untuk memutuskan untuk menerakan tarif sebesar 25 persen untuk impor kendaraan, dan saat ini tengah menjadi ancaman terbesar bagi pusat industri otomotif di Jerman.

Tarif tersebut akan membuat Volkswagen kehilangan 2,8 miliar dollar AS dari laba mereka satu tahun, pendapatan BMW akan berkurang hingga 1,9 miliar dollar AS, dan Daimler harus menerima pemangkasan pendapatan hingga 2,3 miliar dollar AS dalam setahun.

CEO Volkswagen Herbert Dies mengatakan kepada Financial Times bahwa perkiraan biaya yang harus dibayarkan oleh industri otomotif tersebut benar-benar bisa terjadi.

"Dalam situasi terburuk, angka itu mungkin mendekati angka sebenarnya," ujar dia dalam sebuuah wawancara.

Adapun BMW dan Daimler menolak untuk memberikan komentar.

Sebagai catatan, porsi ekspor mobil terhadap keseluruhan ekspor Jerman ke Amerika Serikat cukup besar, yaitu sebanyak 30 persen. Tentu, dampak ekonomi yang ditimbulkan jika memang akhirnya Trump memutuskan untuk menerapkan tarif masuk sebesar 25 persen untuk impor otomotif ke Amerika Serikat, akan cukup parah.

Ifo Institute for Economic Research Jerman pun mengungkapkan tarif sebesar 25 persen tersebut bisa mebuat ekspor mobil Jerman ke Amerika Serikat merosost hingga 50 persen dalam 10 tahun, dengan nilai menyusut dari 38 miliar dollar AS menjadi tinggal 19 miliar dollar AS.

Tahun lalu, lembaga riset tersebut pun telah mengatakan penerapan tarif bisa membuat pertumbuhan ekonomi Jerman tergerus hingga 0,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).



Close Ads X