BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sido Muncul

Jamu dalam Kapsul Lunak, Inovasi Industri Zaman Sekarang

Kompas.com - 23/02/2019, 11:03 WIB
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat dan Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat, saat menerima surat izin edar produk soft capsule dari BPOM yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, di Semarang, Jumat (22/02/2019). Dok. Humas Sido MunculDirektur Sido Muncul Irwan Hidayat dan Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat, saat menerima surat izin edar produk soft capsule dari BPOM yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, di Semarang, Jumat (22/02/2019).

SEMARANG, KOMPAS.com – Dulu, untuk menikmati dan mendapatkan khasiat dari jamu, orang perlu meramu dengan susah payah. Siapa yang sangka kalau sekarang, produk jamu bisa dibawa ke mana-mana tanpa perlu repot.

Segala hal dimungkinkan karena produk jamu saat ini memiliki bentuk yang bermacam-macam. Racikannya dikemas dengan praktis. Mulai dari kemasan sachet, sampai yang terbaru di dalam soft capsule atau kapsul lunak, seperti yang dilakukan oleh Sido Muncul.

Soft capsule yang dibuat merupakan pengembangan dari produk jamu cair Sido Muncul. Sebelumnya, produk ini dibungkus dalam kemasan sachet.

Perlu diketahui, produk ini juga adalah yang pertama bagi industri jamu dan sudah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sejak Jumat (22/02/2019).

Penyerahan surat izin edar tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani yang didampingi oleh Kepala BPOM Penny K Lukito.

“Izin edar yang pertama ini untuk soft capsule tolak angin dan tolak linu. Kami akan terus kembangkan untuk produk lainnya,” ujar Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, Jumat.

Irwan menuturkan bahwa proses produksi soft capsule akan memakai tiga line produksi dengan kapasitas mencapai 30.000 kapsul lunak per jam.

“Dengan diterbitkannya izin edar juga, (ini) menandakan produk tersebut sudah layak dan baik untuk dikonsumsi,” tambah Puan yang juga hadir hari itu.

Izin edar, bagi Puan penting bagi industri sejenis karena menandakan bahwa barang konsumsi itu aman dan layak minum.

Di sisi lain, izin edar adalah salah satu persyaratan yang harus dimiliki industri seperti Sido Muncul sebelum memasarkan produk terbarunya.

“Satu hal yang selalu kami lakukan adalah mengikuti semua peraturan pemerintah. Tujuannya untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap produk Sido Muncul,” sambung Irwan.

Di Indonesia, produk jamu menjadi istimewa karena di samping jenisnya sebagai obat herbal, juga ada unsur kearifan lokal, kekayaan tradisi, dan kebudayaan Indonesia. “Ini yang harus kita banggakan,” tambah dia.

Di kesempatan sama, Penny ikut menambahkan bahwa inovasi yang dilakukan Sido Muncul sebagai produsen obat tradisional sangat menginspirasi, inovatif, dan membuka peluang pasar ekspor

Ia juga mengapresiasi Sido Muncul sebagai perusahaan yang tak hanya inovatif, tapi juga taat aturan.

Mendorong industri jamu

Perlu diketahui, industri jamu dan herbal adalah satu dari lima industri yang sedang menjadi fokus pemerintah untuk memenangkan persaingan di era revolusi industri 4.0.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito, dan Direktur Sido Muncul Irwan HIdayat, saat melakukan kunjungan ke pabrik jamu Sido Muncul di Kabupaten Semarang, Jumat (22/02/2019).Dok. Humas Sido Muncul Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito, dan Direktur Sido Muncul Irwan HIdayat, saat melakukan kunjungan ke pabrik jamu Sido Muncul di Kabupaten Semarang, Jumat (22/02/2019).

Tak tanggung-tanggung, roadmap (peta jalan) bernama Making Indonesia 4.0 pada April 2018 lalu juga digerakkan. Tujuannya adalah mendukung kelima industri tersebut untuk terus berinovasi agar memiliki daya saing tinggi.

Dengan adanya produk jamu dalam kemasan soft capsule, Puan berharap inovasi tersebut mampu mendukung kemajuan serta meningkatkan daya saing industri jamu.

“Karena memang bisa diminum dalam bentuk soft capsule dan juga diekspor. (Saya yakin produk ini) bisa berkompetisi di luar negeri sebagai produk indonesia,” ujar Puan.

Senada dengan Puan, Penny mengatakan, inovasi yang dilakukan oleh Sido Muncul bisa menjadi contoh yang baik bagi pengusaha dan industri lain untuk terus berinovasi.

“Semoga itu menjadi contoh bagi pengusaha lainnya untuk terus mengembangkan bisnisnya. Kami bersama Kemenko PMK akan terus mendukung.

Pada kesempatan sama Puan beserta Penny berkesempatan untuk mengunjungi pabrik Sido Muncul.

“Terima kasih, atas kesempatan berkeliling. Selama ini saya selalu minum produknya, tapi belum tahu bagaimana proses pembuatannya secara langsung,” tambah Puan.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebut Vaksin Tak Serta Pulihkan Ekonomi, Sri Mulyani: Secara Mental Kita Harus Bersiap...

Sebut Vaksin Tak Serta Pulihkan Ekonomi, Sri Mulyani: Secara Mental Kita Harus Bersiap...

Whats New
Dihantam Covid-19, Matahari Terpaksa Tutup Toko dan Rugi Rp 617 Miliar

Dihantam Covid-19, Matahari Terpaksa Tutup Toko dan Rugi Rp 617 Miliar

Whats New
Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Whats New
Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Earn Smart
2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

Whats New
Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Smartpreneur
Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Whats New
Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Whats New
Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Whats New
Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Whats New
Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Whats New
Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Whats New
Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Whats New
Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Whats New
Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

BrandzView
komentar di artikel lainnya