Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asosiasi: Franchise Lokal Meredup setelah Waralaba Asing Masuk RI

Kompas.com - 24/02/2019, 06:14 WIB
Murti Ali Lingga,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar mengatakan, bisnis franchise lokal sangat tertinggal dibanding franchise produk mancanegara. Hal ini sangat disayangkannya.

"Kalau yang asing sih masih tetap masuk, yang asing itu (pertumbuhannya) mungkin sekitar 5 persen per tahun . Kalau yang lokal itu stagnan," kata Anang di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Menurut Anang, peluang pertumbuhan franchise lokal sangat besar, yakni di kisaran 8-10 persen dalam setahun. Meskipun puluang ini besar, tak sedikit yang gulung tikar karena ketatnya persaingan dengan kompetitor.

"Tumbuh 8-10 persen, tetapi yang gugur juga sekian banyaknya. Jadi enggak tumbuh (franchise lokal)," ungkapnya.

Dia menuturkan, masa jaya franchise lokal itu terjadi pada 20 tahun silam, tepatnya pada 1995. Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, masuklah franchise asing. Sehingga merontokkan perkembangan bisnis lokal tersebut.

"Masa jaya-jayanya waktu 1995-an, tapi malah asing itu yang masuk. Dari kita lama, sekitar tahun 1970-an enggak muncul pemain atau pelaku-pelaku yang istimewa. Jadi tidak banyak yang berkembang," ujarnya.

Ia menyebutkan, dalam setahun pertumbuhan franchise lokal tidak begitu menggembirakan jumlah. Kini hanya sekitar 120-125 yang masih bertahan di tengah gempuran kompetitor asing.

Minimnya pertumbuhan itu tidak hanya dipengaruhi oleh persaingan dengan asing, akan tetapi karena faktor sikap yang tidak sabar oleh pelaku usaha. Sehingga berdampak pada dunia franchise di Indonesia. Secara garis besar mereka ingin cpat sukses dan mendapatkan untung.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com