BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sido Muncul

Niat Baik, Kunci Hasilkan Produk Berkualitas

Kompas.com - 24/02/2019, 07:27 WIB
Direktur PT Sido Muncul bersama Rhenald Kasali saat proses syuting iklan terbaru Sido Muncul yang berlokasi di pabrik Sido Muncul, Semarang, Jumat (22/02/2019) Dok. Humas Sido MunculDirektur PT Sido Muncul bersama Rhenald Kasali saat proses syuting iklan terbaru Sido Muncul yang berlokasi di pabrik Sido Muncul, Semarang, Jumat (22/02/2019)

SEMARANG, KOMPAS.com – Waktu baru menunjukan pukul 8 pagi, tapi suasana pabrik sudah ramai.

Para pekerja berseragam kuning sudah memulai aktivitas mereka ditemani dengan suara mesin dan aroma khas jamu yang menyapa indra penciuman.

Tangan-tangan mereka dengan cekatan dan teliti mengemas produk jamu ke dalam plastik dan kadrus. Ada juga pekerja yang lalu lalang membawa keranjang-keranjang penuh kardus yang telah siap untuk dibawa ke proses berikutnya.

Di antara kesibukan pagi itu, ada pemandangan yang tampak berbeda. Pada salah satu sudut ruangan terlihat beberapa orang sibuk menata peralatan syuting.

Ada kamera berukuran besar, lampu-lampu studio, hingga sebuah layar kecil untuk memonitor rekaman gambar. Semua diletakkan sesuai dengan posisi yang sudah ditentukan. Setelah semua siap, syuting pun dimulai.

Dengan menggunakan jas putih panjang, sang bintang iklan, Rhenald Kasali berjalan keluar dari sebuah ruangan sambil mengucapkan dialognya. Rupanya pagi itu sedang dilaksanakan syuting iklan terbaru Sidomuncul.

Terbuka pada konsumen

Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat menjelaskan, tujuan dari pembuatan iklan itu adalah agar masyarakat dapat memiliki gambaran mengenai proses produksi Sido Muncul.

“(Tujuan terbukanya) iklan hari ini kami ingin memberi tahu kepada publik nanti itu tentang bagaimana Sido Muncul memproduksi (produknya),” ucap Irwan yang turut datang melihat proses syuting, Jumat (22/02/2019).

Sementara itu, Rhenald menilai, melalui syuting iklan hari itu dapat terlihat bahwa Sido Muncul ingin menunjukan kepada publik proses produksinya secara transparan.

“Kalau saya lihat iklan ini menunjukan kepada konsumen bahwa perusahaan ini membuka diri. Hampir setiap hari ada publik yang datang ke sini. Perusahaan ini adalah perusahaan terbuka yang tidak menyembunyikan,” terang Rhenald.

Irwan mengatakan, sebelum meminta Rhenald menjadi bintang iklan produknya, dia mengajak Rhenald mengunjungi pabriknya terlebih dahulu. Sebab, menurutnya citra serta nama Rhenald sebagai seorang akademisi turut dipertaruhkan lewat iklan tersebut.

“Sebelumnya saya perlihatkan dulu bagaimana proses produksi produk kami. Kalau proses produksi kami saja tidak benar mana mungkin Pak Rhenald mau menjadi bintang iklan kami,” terangnya.

Rhenald mengaku, dirinya selalu senang saat Irwan mengajaknya mengunjungi pabrik dan melihat secara langsung proses produksi di pabrik yang terletak di Semarang itu.

Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat, saat meninjau proses syuting iklan terbaru Sido Muncul yang berlokasi di pabrik Sido Muncul, Semarang, Jumat (22/02/2019)Dok. Humas Sido Muncul Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat, saat meninjau proses syuting iklan terbaru Sido Muncul yang berlokasi di pabrik Sido Muncul, Semarang, Jumat (22/02/2019)

“Apa yang saya lihat itu yang saya bagikan kepada audiens. Saya ingin katakan, kalau ada cerita atau berita bahwa produk-produk ini terkontaminasi, itu tidak benar. Ini produk sehat,” terang dia.

Berawal dari niat baik

Jika dihitung, sudah tiga kali praktisi bisnis dan akademisi itu menjadi bintang iklan untuk produk Sido Muncul. Pertama pada tahun 2001 dan yang kedua pada tahun 2018 lalu.

Ada berbagai pertimbangan yang membuat Rhenald kembali bersedia menjadi bintang iklan Sido Muncul. Salah satunya dengan melihat inovasi serta perbaikan apa saja yang telah dilakukan.

“Tentu hampir 20 tahun saya kembali memeriksa ke belakang. Apa sih yang sudah diperbaiki sesuai zamannya?” ucap Rhenald saat ditemui Kompas.com di sela proses syuting.

Bagi dia, Sido Muncul merupakan produsen jamu yang selalu mengikuti perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat. Mereka selalu berinovasi untuk meningkatkan kualitas produknya.

“Akhirnya saya berpikir memang semua itu selalu berpulang pada sesuatu yang menjadi dasar manusia, yaitu niat baik. Karena niat baik itulah manusia jadi bertanggung jawab,” imbuhnya.

Rhenald mengatakan, dibandingkan hal lain, niat baik merupakan harta tak terlihat yang sangat penting saat ini. Dari niat baik itu akan menghasilkan langkah-langkah yang tidak akan menipu konsumen, tidak akan menyulitkan konsumen, dan tidak akan membuat konsumen mengeluarkan banyak biaya.

Wujud dari niat baik itu kemudian terimplementasi dalam 5 tahap uji kualitas yang dijalankan Sido Muncul untuk setiap produknya. Adapun 5 tahap uji kualitas itu adalah tes kandungan logam berat, pestisida, pupuk, aflatoksin, dan tes DNA, yang mendeteksi kandungan haram pada produk.

Menurut Irwan, semua tes tersebut dilakukan agar produk-produk yang dihasilkan tetap terjaga kualitasnya serta aman untuk dikonsumsi.

“Jadi, kami memproduksinya itu dengan niatan bagaimana bisa melindungi konsumen. Pertama harus bisa melindungi konsumen. Melindungi dari sesuatu yang merusak tubuh,” pungkasnya.


26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.