Menhub: LRT Jakarta Beroperasi Akhir Maret 2019

Kompas.com - 24/02/2019, 16:18 WIB
Light Rail Transit (LRT) Palembang telah menetapkan sistem integrasi dengan BRT untuk menarik minat masyarakat, Jumat (22/2/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRALight Rail Transit (LRT) Palembang telah menetapkan sistem integrasi dengan BRT untuk menarik minat masyarakat, Jumat (22/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Light Rail Transit ( LRT) Jakarta rute Kelapa Gading - Velodrome ditargetkan beroperasi pada Maret 2019.

Per 21 Februari 2019 progres pembangunan LRT Jakarta mencapai 99,4 persen.

"Insya Allah akhir Maret selesai. Karena bagian signal dan depo itu yang belum selesai. Akhir Maret baru dioperasikan. Tidak ada kendala lain. Jadi kita tunggu konstruksi berkaitan dengan signal dan depo selesai,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/2/2019).

Budi menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kontraktor PT Jakpro untuk dilakukan sertifikasi guna memastikan keselamatan dan keamanan pengoperasian LRT ini nantinya.

Baca juga: LRT Dinilai Kurang Efisien, Begini Jawaban Menko Luhut

"Tim saya sudah berkoordinasi dengan developernya itu selesainya kira-kira pertengahan Maret setelah itu kita sertifikasi. Sertifikasi sekitar 1 - 2 minggu selesai," kata Budi.

Terkait tarifnya, lanjut Budi, nantinya akan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kereta LRT Jakarta ini memiliki panjang lintasan sekitar 5,7 km dari Kelapa Gading - Velodrome, melewati 6 (enam) Stasiun elevated/layang yaitu : Mal Kelapa Gading, Stasiun Kelapa Gading Boulevard, Stasiun Pulomas, Stasiun Pacuan Kuda, Stasiun Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur dan 1 buah Depo LRT.

Pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading - Velodrome dibiayai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai kontraktor pembangunan sekaligus nantinya akan menjadi operator LRT rute Kelapa Gading - Velodrome.

Ditjen Perkeretaapian Kemenhub telah melakukan pengujian sarana LRT Jakarta terhadap 8 trainset (16 sarana/kereta) yang akan dioperasikan. Dari 8 trainset tersebut, 4 trainset telah terbit sertifikat pengujian oleh Ditjen Perkeretaapian dan 4 trainset lainnya dalam proses penerbitan.

Berdasarkan timeline dari Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, pada 4 Maret 2019 Ditjen Perkeretaapian akan melakukan safety assesment atau penilaian aspek keselamatan tahap 2.

Lalu pada 11 Maret 2019, PT Jakarta Propertindo selaku pelaksana proyek melakukan proses izin usaha, izin operasi, PSO, penetapan tarif, dan permohonan operasi ke Gubernur DKI Jakarta. Jika proses tersebut berjalan lancar, maka LRT sudah bisa dioperasikan secara komersil pada 18 Maret 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X