Akademisi Sebut Anggaran Riset RI Harus Ditingkatkan

Kompas.com - 25/02/2019, 13:24 WIB
Ilustrasi risetTHINKSTOCKS/DEVONYU Ilustrasi riset

JAKARTA, KOMPAS.com - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Didin S Damanhuri memandang anggaran riset dan pengembangan menjadi salah satu tolak ukur dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Untuk itu, dia meminta presiden yang terpilih pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang dapat meningkatkan anggaran riset dan pengembangan nasional.

“Ini menjadi pekerjaan rumah dari kita semua, terutama kalangan elit negara dan pemerintah. Tentu harus ada trigger ang memulainya, yakni presiden terpilih siapapun nanti. Kalau tidak maka kita akan makin terbelakang di tengah negara-negara yang siap dengan pemanfaatan revolusi industri 4.0,” ujar Didin dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Baca juga: Jokowi Ingin Unicorn Bertambah, Menkeu Siapkan Dana Abadi Riset

Dia mengakui dana riset masih sangat rendah. Idealnya, lanjut Didin, anggaran riset sebesar 1 persen dari PDB.

Selain itu, pemerintah harus mempunyai desain besar dan peta jalan revolusi industri 4.0.

Sebelumnya, dalam akun Twitter-nya CEO Bukalapak Achmad Zaky menyebutkan anggaran riset Indonesia terlalu kecil. Menurutnya, peningkatan anggaran riset dan pengembangan akan membuat Indonesia siap menghadapi revolusi industri 4.0.

Zaky mengatakan bahwa pada prinsipnya ia sangat memperhatikan kemajuan industri teknologi di Indonesia. Ia sangat berharap agar investasi dalam bidang riset dan SDM tingkat tinggi bisa menjadi salah satu pendorong kemajuan Indonesia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X