Susi: 10 Kapal yang Terbakar di Muara Baru Tak Terdaftar

Kompas.com - 25/02/2019, 20:19 WIB
Kebakaran kapal nelayan di pelabuhan Muara Baru, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/2/2019) malam. Total 20 unit kapal terbakar dan  hasil penyelidikan sementara polisi menyebutkan, pemicu kebakaran adalah pekerjaan pengelasan di fondasi kapal Artamina Jaya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKebakaran kapal nelayan di pelabuhan Muara Baru, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/2/2019) malam. Total 20 unit kapal terbakar dan hasil penyelidikan sementara polisi menyebutkan, pemicu kebakaran adalah pekerjaan pengelasan di fondasi kapal Artamina Jaya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan, sepuluh dari 34 unit kapal yang terbakar di Pelabuhan  Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara diketahui tak terdaftar di instasi terkait.

"Kita melihat kapal yang terbakar banyak yang tidak terdaftar di sana-sini (instansi terkait). 10 kapal tidak terdaftar, modus kapal asing juga seperti itu," kata Susi dalam pernyataan resminya, Senin (25/2/2019).

Susi mengungkapkan, tidak terdaftarnya kapal-kapal tersebut karena pemilik kapal tak mau mengikuti aturan yang ada. Sama halnya dengan kapal penangkap ikan ilegal domestik maupun asing.

Baca juga: Menteri Susi: Kebakaran Kapal Timbul karena Banyak Pelanggaran di Pelabuhan

"Jadi illegal fishing asing dan domestik asing sama. Mafianya, kelakuannya sama, tidak bayar PNBP, pajak, pokoknya semau dia saja," jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya kini sedang meyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan puluhan kapal yang tengah sandar di Pelabuhan Muara Baru.

Ia menyakini, kebakaran kapal itu terjadi karena ada pelanggaran dan praktik tak benar di lokasi kejadian. Sebab, ada oknum pemilik kapal melakukan perbaikan kapal atau docking di lokasi, padahal dilarang.

Baca juga: Perindo: Pasca-kebakaran, Bongkar-Muat Kapal di Muara Baru Tetap Berjalan

"Cuma karena ada angin, (api) bergerak ke sana ke mari, kalau dilihat dari awal kebakaran itu di tengah kan kapal yang sedang melakukan perbaikan," sebutnya.

"Saya sudah lama peringatkan tidak boleh pelabuhan dipakai untuk reparasi, pembangunan kapal di pelabuhan ikan itu. Kalau mau pembangunan ke galangan kapal. Ini persoalan sama (dengan di Teluk) Benoa juga, orang bikin kapal di tempat orang bongkar ikan. Tidak bisa begitu," sambungnya.

Diketahui, terdapat 1.550 unit kapal yang terdaftar beraktivitas di Pelabuhan Muara Baru. Saat kejadian, hanya sekitar 792 unit saja yang sandar atau tidak melaut.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X