Bekraf Akui Industri Film Masih Kesulitan Jaring Investor

Kompas.com - 25/02/2019, 20:41 WIB
Kepala Bekraf Triawan Munaf bersama CFO Vuclip Inc, Apurva Desai usai menandatangani perjanjian kerja sama di Jakarta, Senin (25/2/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAKepala Bekraf Triawan Munaf bersama CFO Vuclip Inc, Apurva Desai usai menandatangani perjanjian kerja sama di Jakarta, Senin (25/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Ekonomi Kreatif Indonesia ( Bekraf) mengakui tak semua pelaku industri perfilman nasional mudah mendapatkan investor.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo mengatakan, hanya beberapa insan perfilman Indonesia yang mudah menggandeng investor.

"Mungkin secara personal bisa saja gitu ya, beberapa sineas yang mempunyai nama bertemu dengan investor. Tetapi industri kan enggak semua orang punya link," ujar Fadjar di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Fadjar menambahkan, para investor masih enggan menanamkan modalnya di industri perdilman nasional. Sebab, investasi di industri film memiliki resiko yang tinggi.

"Kalau anda misalkan punya uang Rp 1 miliar dan investasi di satu film itu high risk," kata Fadjar.

Atas dasar itu, pihaknya akan menyiapkan skema agar para investor tertarik berinvestasi di sebuah film.

"Tapi kalau pendekatannya di portofolio invest di 10 film dengan genre berbeda dengan cerita beragam mungkin 9 gagal tapi 1 sukses mungkin yang satu sukses ini bisa mengcover kerugian yang terjadi di yang lain," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X