Cerita Jonan, Gaji Kepala Stasiun Tembus Rp 30 Juta dalam 10 Tahun

Kompas.com - 26/02/2019, 15:33 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan di Cilacap, Senin (25/2/2019) Kompas.com/YOGA SUKMANAMenteri ESDM Ignasius Jonan di Cilacap, Senin (25/2/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menceritakan bagaimana akhirnya gaji Kepala Stasiun Gambir saat ini bisa mencapai Rp 27,5 juta-Rp 30 juta dalam satu bulan.

Padahal saat dirinya baru menjabat Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada 25 Februari 2009 lalu, gaji Kepala Stasiun Gambir hanya Rp 2,75 juta per bulan.

"10 tahun yang lalu, saya masih ingat betul 25 Februari 2009, saya ke Stasiun Gambir, yang merupakan stasiun paling besar jadi kepala stasiunnya adalah yang senior, saya tanya take home pay-nya berapa, beliau jawab total penghasilannya Rp 2,75 juta. Saya tanya apa cukup? Enggak cukup katanya," ujar Jonan ketika memberikan paparan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Badan Layanan Umum (BLU) di Kementerian Keuangan, Jakarta (26/2/2019).

Baca juga: Kisah Jonan Saat Jadi Dirut KAI, 60 Persen Pegawainya Lulusan SD-SMP

Jonan mengatakan, peningkatan tunjangan kinerja sekaligus gaji kepala stasiun merupakan bukti tata kelola pemerintahan yang baik.

Berdasarkan cerita Jonan, rendahnya pendapatan kepala stasiun tersebut membuatnya harus mencari penghasilan sampingan. Tentu saja ini membuat kinerja kepala stasiun menjadi tak fokus pada tanggung jawab utamanya.

Menurut Jonan, untuk memperbaiki pelayanan PT KAI yang kala itu bisa dibilang masih cukup berantakan, tunjangan kinerja pegawai menjadi salah satu kuncinya. Dia bahkan berani menjaminkan jabatannya di depan Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan kala itu jika memang dengan kenaikan tunjangan kinerja pegawai, kinerja PT KAI tak mengalami perbaikan.

Baca juga: Jonan Kaget Pelayanan Kementerian ESDM Tertinggal Jauh dari KAI

"Saya bilang dengan Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan kala itu, kalau ini tidak diubah (tunjangan kinerja) layananannya tidak baik. Kalau diubah tapi tidak baik bagaimana? Saya bilang ke Pak Menteri waktu itu, ya gampang saja, saya saja yang dipecat," ujar Jonan.

Banyak pihak pun sangsi Jonan mampu membenahi kondisi layanan perkeretaapian kala itu.

"Waktu saya ditugaskan di kereta api, semua teman-teman saya bilang, ini (PT KAI) amat sulit dibenahi," ujar dia.

Baca juga: PT KAI Buka Lamaran untuk Lulusan SMA, Berminat?

Namun, Jonan mengatakan dia berhasil menepis berbagai keraguan tersebut, dengan berhasil memerbaiki layanan PT KAI selama menjabat sebagai Dirut. Dia mencontohkan, pendapatan tiket parkir di Stasiun Gambir yang 10 tahun lalu hanya sebesar Rp 3 juta per hari, kini telah meningkat 30 kali lipat.

"Pendapatan karcis parkir sekarang dikatakan Rp 100 juta lebih, naiknya 30 kali lipat. Yang ingin saya sharing, bagaimana kita melayani masyarakat lebih baik juga hidup kita lebih sejahtera. Tidak bisa salah satu," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X