KILAS EKONOMI

Di BLK Semarang, Kemnaker Buka Kejuruan Fashion Technology

Kompas.com - 26/02/2019, 18:44 WIB
Menteri Ketenagakerjan melihat pelatihan di kejuruan fashion technology. Dok. Humas Kementerian KetenagakerjaanMenteri Ketenagakerjan melihat pelatihan di kejuruan fashion technology.

KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker) membuka pelatihan kerja kejuruan  fashion technology di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang.

Menurut Kemnaker, pembukaan kejuruan ini telah berdasarkan evaluasi, minat, dan kebutuhan di zaman generasi para milenial ini, 

Berdasarkan rilis yang Kompas,com terima, Selasa (26/1/2019), kejuruan fashion technology tersebut hadir dengan berbagai fasilitas untuk menunjang calon praktisi yang ingin terjun secara profesional di industri fashion.

Adapun sub kejuruan yang dibuka adalah sub kejuruan menjahit pakaian anak-anak, menjahit pakaian wanita dewasa, pembuatan pakaian jadi, designer busana kreasi, designer busana produksi, dan operator bordir.

Melalui kejuruan fashion technology, siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk kreasi untuk memahami pola konsumsi fashion masyarakat sehari-hari. Dengan begitu, mereka dapat menghasilkan produk yang sesuai tren di masyarakat.

Baca jugaPresiden Jokowi Minta Kemnaker Bangun 3000 BLK di Pesantren Tahun 2019

"Selama manusia ingin masih ingin memakai baju, maka industri fashion akan selalu hidup. Sehingga peluang kerja kedepannya sangat lebar. Tinggal bagaimana mengembangkan inovasi dan kreatifitas," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri.

Menteri Ketenagakerjan melihat pelatihan di kejuruan fashion technology. Dok. Humas Kementerian Ketenagakerjaan Menteri Ketenagakerjan melihat pelatihan di kejuruan fashion technology.
Lebih lanjut Hanif memaparkan bahwa dari 16 subsektor industri kreatif, industri fashion menempati urutan ke tiga setelah subsektor kuliner dan kriya.

"Industri fashion menyumbang devisa negara sebanyak 8,2 miliar dolar AS atau Rp 122 triliun, dan fashion juga menempati urutan kedua produk terlaris di E-Commerce," ungkap Hanif.

Kemudian, agar dapat memfasilitasi pekerja kelas bawah yang ingin meningkatkan skill, Menaker Hanif meminta BBPLK Semarang untuk membuka kelas Sabtu-Minggu dan kelas malam.

"Dengan demikian mereka mendapat akses yang baik guna meningkatkanskill yang nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan pekerjaan mereka," lanjut Hanif.

Baca juga: Kementrian Ketenagakerjaan Bangun BLK ke-18 di Banyuwangi

Perlu diketahui, pelatihan di BLK ini tidak ada batasan usia dan pendidikan. Lulusan apa saja dan usia berapa pun dapat mengikuti pelatihan.

Tak hanya itu, para peserta dari luar kota juga dapat mengikuti pelatihan melalui Program Boarding. Akomodasi peserta selama pelatihan pun akan ditanggung oleh pemerintah alias gratis.

Sebagai informasi, pengembangan kejuruan fashion tecnology ini merupakan upgrade dari jurusan menjahit di BBPLK Semarang. Sebelumnya, jurusan menjahit hanya menghasilkan lulusan pelatihan untuk menjadi penjahit dan operator mesin garmen.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X