Cerita Sri Mulyani Diminta Tak Lagi Kejar-Kejar Pengusaha...

Kompas.com - 27/02/2019, 12:33 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (29/1/2019) Dok Biro KLI Kemenkeu Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (29/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, dirinya kerap diminta untuk tidak terlalu keras memungut pajak dari pada pengusaha.

Hal itu ia sampaikan saat bicara di dalam acara yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

"Saya dengar 'Ibu jangan kencang- kencang memungut pajak.' Makanya pajak sekarang jadi topik pemilu," ujarnya.

Baca juga: Sri Mulyani: Sekarang ini Ngomong Apa Saja Dipolitisasi...

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, sejak awal kembali ke Indonesia pada 2016 dan masuk ke Kabinet Kerja, ia mengatakan sudah diskusi dengan para pengusaha.

Saat itu munculah gagasan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Bahkan para pengusaha sendiri yang menanyakan terkait perlunya ikut tax amnesty.

Tax amnesty 2016 menghasilkan deklarasi harta kurang lebih Rp 4.800 triliun. Terdiri dari Rp 3.800 triliun deklarasi dalam negeri, Rp 1.000 triliun deklarasi luar negeri, dan Rp 145 trilun repatriasi.

Baca juga: Sri Mulyani: Kala Kamu Menuduh Aku Menteri Pencetak Utang...

Namun setelah kebijakan itu kata Sri Mulyani, para pengusaha merasa pemerintah masih mengejar-ngejar harta para pengusaha.

"Sekarang sesudah tax amnesty, 'Bu jangan dikejar-kejar'. Loh saya enggak kejar," kata dia

"Kalau sudah amnesty berarti Bapak atau Ibu sudah jujur. 'Tetapi Ibu masih nyari-nyari'. Memang masih ada yang disembunyikan?" tutur dia sembari tersenyum.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut di Tahun Politik Banyak Orang Terobsesi dengan Utang dan Pajak

Perempuan yang kerap disapa Ani itu mengatakan, persoalan pajak semua kembali kepada pengusaha itu sendiri. Bila jujur dengan harta yang sudah dideklarasikan pada tax amnesty, maka para pengusaha tak perlu risau.

Ia mengatakan, tindakan Dirjen Pajak menyisir data tax amnesty merupakan amanat dari undang-undang. Sri Mulyani berjanji akan terus menjalin komunikasi dengan para pengusaha.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X