Jokowi: Kalau Pinjam Uang Harus Hati-hati...

Kompas.com - 27/02/2019, 19:03 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan pedagang saat meninjau barang kebutuhan pokok di Pasar Pelemgading, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2/2019). Disela kunjungan kerjanya, Presiden menyempatkan meninjau harga kebutuhan pokok di pasar tradisonal. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama. PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan pedagang saat meninjau barang kebutuhan pokok di Pasar Pelemgading, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2/2019). Disela kunjungan kerjanya, Presiden menyempatkan meninjau harga kebutuhan pokok di pasar tradisonal. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan para debitur agar menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hanya sebagai modal usaha. Jangan sampai dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi peminjam.

"Saya pesan betul, jangan sampai pulang dari bank dapat KUR Rp 30 juta, besoknya malah ke dealer sepeda motor pulang gagah bawa motor baru," ujar Jokowi di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

"Hati-hati, ini kebiasaan kita. Kalau pinjam uang harus hati-hati," lanjut dia.

Jokowi mengatakan, tak jarang ditemui kasus masyarakat menggunakan KUR untuk kepentingan konsumtif lainnya. Padahal, hal itu justru memberatkan. Di saat bersamaan, debitor tersebut harus membayar cicilan motor sekaligus melunasi pinjaman di bank.

Baca juga: Sri Mulyani: Jangan Ngeluh Lagi ke Pak Jokowi, Janji Ya...

Jika kreditnya macet, maka motor bisa ditarik oleh dealer dan aset juga bisa disita oleh bank.

Jokowi menekankan bahwa KUR hanya boleh dipakai untuk modal usaha.  "Kalau ada uang keuntungannya boleh buat beli baju, beli perhiasan," kata Jokowi.

Jokowi mendorong agar KUR dimanfaatkan untuk sektor produktif seperti peternakan, pertanian, dan perikanan untuk meningkatkan modal usaha. Sektor produktif bisa lebih cepat menghasilkan sehingga pelunasan pinjaman juga lebih lancar.

Selain KUR, ada juga Umi (Usaha Mikro) untuk pinjaman yang nilainya dibawah KUR. Selain itu juga ada program Bank Wakaf Mikro yang sudah berjalan dua tahun di sejumlah pondok pesantren.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X