Pembangunan Infrastruktur Dongkrak Perkembangan Industri Properti

Kompas.com - 27/02/2019, 21:26 WIB
Ilustrasi propertiwww.shutterstock.com Ilustrasi properti

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat menjadi fokus utama pemerintah selama 4 tahun terakhir. Ini diwujudkan dengan memberikan porsi anggaran yang cukup besar di dalam APBN.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan, pembangunan infrastruktur khususnya di bidang transportasi sangat menunjang berkembangnya industri properti di Indonesia.

“Seiring makin majunya sarana transportasi di kota-kota besar di Indonesia, orang semakin menyadari praktisnya beraktivitas menggunakan transportasi umum, terutama aktivitas reguler seperti ke kantor," kata Marine dalam keterangannya, Rabu (27/2/2019).

Baca juga: BI Catat Adanya Perlambatan Pertumbuhan Properti di Kuartal IV-2018

Di Jabodetabek, misalnya, mereka yang rumah dan kantornya dekat dengan stasiun kereta memilih transportasi umum, meskipun mereka punya mobil sendiri. Selain praktis, menggunakan transportasi umum juga relatif lebih hemat.

Kecenderungan ini juga ditunjukkan dalam Rumah.com Property Affordability Sentiment Index yang surveinya diambil pada paruh pertama 2018. Sebanyak 61 persen dari 1.000 responden menganggap jarak hunian terhadap sarana transportasi umum seperti halte atau stasiun sebagai faktor yang sangat penting sebelum memutuskan membeli hunian.

Survei ini dilakukan terhadap responden yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Baca juga: Ernest Prakarsa Pilih Investasi Properti Ketimbang Saham

"Pembangunan infrastruktur juga menjadi stimulus pertumbuhan suplai hunian karena wilayah-wilayah yang tadinya dianggap antah-berantah, menjadi terasa lebih mudah dijangkau. Sebagai contoh, Kecamatan Serpong di wilayah Tangerang Selatan kini tumbuh menjadi salah satu kawasan hunian favorit," sebut Marine.

Sejumlah pengembang pun tak ragu memasarkan propertinya dengan menjual kedekatan terhadap transportasi umum.

Konsep TOD pun hadir, untuk mengintegrasikan dan mendekatkan transportasi massal dengan kawasan hunian. Ini memungkinkan mobilitas yang tidak tergantung pada kendaraan pribadi dan terbebas dari kemacetan.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X