Rupiah Diserang Sentimen Negatif

Kompas.com - 28/02/2019, 11:39 WIB
Ilustrasi rupiah. THINKSTOCKS/FITRIYANTOANDIIlustrasi rupiah.

Baca juga: BI: Rupiah Menguat karena Masuknya Dana Asing

Sekadar informasi, Pakistan merupakan salah satu negara ekonomi terbesar di kawasan Benua Kuning. Konflik dengan India, sebagai negara pemilik nuklir, membuat mata uang utama Asia berjatuhan di hadapan dollar AS.

Sementara dari sisi internal, Ibrahim berpendapat kondisi politik memasuki Pemilihan Presiden makin memanas. Walau Presiden RI pernah menyatakan Pilpres akan berlangsung damai, beberapa kejadian di daerah yang diakibatkan oleh segregasi pilihan politik mulai bermunculan.

"Salah satunya di Madura dan Yogyakarta. Gesekannya sudah terasa dan ini yang membuat pelaku pasar takut sehingga lebih memilih menaruh uang di dollar AS," jelas Ibrahim.

Baca juga: Kembali Menguat, Rupiah Berada di Kisaran Rp 13.900 Per Dollar AS

Yang terkahir adalah merangkaknya harga minyak dunia. Mengutip data Bloomberg pada pukul 10.00 WIB, harga minyak dunia jenis WTI berada di level 56,92 dollar AS per barel, melemah tipis 0,04 persen dari posisi 56,94 dollar AS.

Sebelumnya harga minyak naik sebesar 0,70 persen dari posisi 55,50 dollar AS per barel ke posisi 56,94 dollar AS per barel.

"Kenaikan harga minyak dunia akan mempengaruhi neraca perdagangan Indonesia, serta menaikan kembali bea impor bahan bakar. Ini tentu mengganggu rupiah," tuturnya.

Ibrahim menilai pelemahan akan berlanjut di level Rp 14.020 per dollar AS-Rp 14.090 per dollar AS pada perdagangan hari ini. (Amalia Fitri)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Rupiah diserang sentimen negatif dari sisi internal dan eksternal

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X