Ada 400.000 "Merchant", Go-Food Jadi Layanan Pesan Antar Terbesar di Asia Tenggara

Kompas.com - 14/03/2019, 20:10 WIB
VP Marketing Go-Food, Aristo Kristandyo memberi keterangan kepada awal media tentang capaian Go-Food selama 2018 di Kantor Go-Jek, Pasaraya Blok M, Jakarta, Senin (7/1/2019).KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA VP Marketing Go-Food, Aristo Kristandyo memberi keterangan kepada awal media tentang capaian Go-Food selama 2018 di Kantor Go-Jek, Pasaraya Blok M, Jakarta, Senin (7/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.comGo-Food terus menancapkan kukunya di bisnis layanan pesan antar makanan dengan menggandeng 400.000 merchant kuliner di Indonesia.

VP Marketing Go-Food Aristo Kristandyo mengatakan, dengan jumlah tersebut, 80 persen di antaranya merupakan Usaha Kecil dan Menengah ( UMKM).

"Go-Food sebagai layanan pesan antar telah tumbuh menjadi layanan pesan antar yang paling besar di Asia Tenggara karena telah bekerja sama dengan 400.000 merchant kuliner Nusantara dan telah menjadi aplikasi yang paling banyak dicari dalam pemesanan makanan," ucap Aristo di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Dia menyebutkan, pihaknya selalu berusaha membantu UMKM agar dilirik oleh masyarakat luas. Caranya dengan meluncurkan kategori menu-menu dalam aplikasi Go-Jek.

Baca juga: Ini 5 Daerah dengan Pertumbuhan Transaksi Tertinggi di Go-Food

"Contohnya ada pick your location tiap kali klien memesan makanan melalui Go-Food. Selain memudahkan, kami juga senantiasa membantu memperkenalkan dan memasarkan UMKM di sekitar klien," papar Aristo.

Dalam aplikasi Go-Jek juga terdapat kategori makanan berdasarkan harga promo, paling murah, dan paling mahal. Selain itu, konsumen juga bisa memilih berdasarkan tipe makanan seperti makanan terdekat, makan malam, makan siang, camilan, makanan sehat dan lain sebagainya. Ini merupakan salah satu cara Go-Food memperkenalkan UMKM di sekitar tempat tinggal masyarakat.

Selain Go-Food, Go-Jek juga meluncurkan program 'Gojek Wirausaha' yang membantu UMKM baik yang sudah tergabung dalam Go-Food maupun belum untuk diberikan pelatihan bisnis digital, meningkatkan aset pasar, dan cara menambah penghasilan.

Sejauh ini, sudah hampir 100.000 UMKM yang telah terdaftar dalam Gojek Wirausaha di seluruh Indonesia.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta, Adi Adiantara, mengapresiasi Gojek dan Go-food karena sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ingin membantu pertumbuhan ekonomi lewat UMKM.

"Karena, yang dibutuhkan seseorang dalam berbisnis ada 2 poin, salah satunya memasarkan. Go-Food sudah membantu memasarkan," ujar dia.

Sebagai informasi, ekonomi DKI Jakarta menyumbang 17,28 persen untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan transaksi Rp 245 triliun di tahun 2018. Dari transaksi tersebut, UMKM menyumbang 90,6 persen dari total keseluruhan.




Close Ads X