Pemerintah Diminta Lebih Cermat Terapkan Kebijakan untuk Dunia Usaha

Kompas.com - 21/04/2019, 12:07 WIB
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta memberi keterangan kepada awak media.KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta memberi keterangan kepada awak media.

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia ( Aprindo) berharap pemerintahan baru harus memperhatikan segala kebijakan dengan baik. Jangan sampai, niat baik itu justru merugikan dunia usaha termasuk sektor ritel.

"Untuk menerjemahkan itu harus hati-hati. Maksudnya ingin baik tapi biasanya kadang-kadang over confident, sehingga mengganggu (industri)," kata Wakil Ketua Umum Aprindo, Tutum Rahanta, Minggu (21/4/2019).

Menurutnya, selama ini pemerintah lewat kebijakan dan aturannya terkadang sering salah sasaran. Meskipun tujuan awalnya baik, apakah misalnya mengatur ekosistem industri supaya makin baik dan lainnya.

Namun, seringkali implementasi jauh dari yang diharapkan. Sehingga Persoalan ini yang harus jadi salah satu fokus pemerintahan yang memimpin nantinya.

"Yang bener jadi enggak bener, yang niatnya baik menjadi tidak baik. Kadang-kadang saya melihat seperti ini. Ini hanya untuk mengingatkan semuanya," ujarnya.

Dia mengatakan, jika pemerintah ingin membantu usaha kecil atau UKM lewat aturannya, semestinya memahami dan melihat betul implementasinya supaya kebijakan itu tidak memberatkan serta merugikan perusahaan. Artinya harus adil dan seimbangan.

"Jangan karena ingin membantu si kecil, yang baik dan kuat itu (usaha besar) Anda ganggu. Itu tidak boleh boleh, harus fair," tuturnya.

Meskipun demikian, ia tidak menyatakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, sekarang buruk dalam konteks ini. Akan tetapi banyak harus yang belum maksimal dan perlu pembenahan.

"Saya enggak bisa jawab hitam putih ya. Bahwa niat baik itu dari mereka (pemerintah) sangat banyak, niatnya. Tetapi apakah di dalam terjemahannya pas tidak? jarang ketemu yang pas (implementasinya). Di situlah perlu kita sampaikan bahwa 'kebijakan-kebijan ini bukan membantu. malah menganggu'," paparnya.

Karena itu, ia melalui Aperindo mengaharapkan kepada pemerintahan ke depan untuk mecermati kondiso rill selama ini pada sektor ritel. Khusus ketika sebuah aturan diterapkan, sehingga tak menimbulkan masalah.

"Saya mengharapkan ciptakanlah kedamaian, kuncinya cuma itu. Soal dagang ini itu kami bisa melakukan, itu kerjaan kami setiap hari. Ciptakan situasi yang damai dan tentram, karena yang kami perlukan adalah kondusif. Enggak ada yang lain," pungkasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X