Neraca Perdagangan Defisit, Ini Komentar Sri Mulyani

Kompas.com - 15/05/2019, 16:48 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (29/1/2019)Dok Biro KLI Kemenkeu Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (29/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, neraca perdagangan Indonesia pada April 2019 mengalami defisit karena faktor ekspor yang mengalami pelemahan. Di sisi lain, impor bahan baku dan barang modal terus meningkat.

“Kita juga perlu antisipasi terhadap industri yang gunakan itu. Ini akan akan mempengaruhi growth kita ke depan,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Sri Mulyani menjelaskan, situasi ini menggambarkan bahwa kondisi perekonomian dunia tengah bergejolak. Menurut dia, jika Indonesia ingin pertumbuhan ekonominya di atas 5 persen harus mengatasi permasalahan ini.

Baca juga: Defisit Neraca Perdagangan Capai 2,5 Miliar Dollar AS

“Dari sisi pertumbuhannya itu terutama industri manufaktur, itu akan mengalami tekanan cukup dalam. Pertanyaannya adalah apakah sektor lain cukup back up? Dan kalau dari sisi agregat demand-nya, berarti apakah investasi apakah bisa kita jaga? Ini tantangan yang tidak mudah bagi kita,” kata Sri Mulyani.

Sementara itu, untuk sektor migas yang mengalami defisit cukup dalam, lanjut Sri Mulyani dikarenakan karena permintaan dalam negeri yang terus meningkat. Namun, hal tersebut tak dibarengi dengan produksi migas dalam negeri.

“Sementara dari sisi produksi kita, memang kita lihat migas produksinya cukup stagnan. Malah kemarin kita struggle untuk (produksi) minyak. Lifting enggak sesuai asumsi APBN sementara permintaan terus meningkat,” ucap dia.

Baca juga: Ekspor Rendah di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Indonesia Untung?

Sebelumnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, angka defisit neraca perdagangan mencapai 2,5 miliar dollar AS. Sementara pada Maret lalu, neraca perdagangan mencatatkan surplus 0,54 miliar dollar AS.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada April 2019 nilai ekspor tercatat sebesar 12,60 miliar dollar AS, angka tersebut menurun 10,8 persen jika dibandingkan dengan Maret 2019.

Adapun nilai impor April 2019 tercatat sebesar 15,10 miliar dollar AS. Angka tersebut meningkat 12,25 persen.




Close Ads X