Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wartawan Galang Koin Peduli Korban Kriminalisasi Polisi

Kompas.com - 07/03/2013, 14:12 WIB
Kontributor Ungaran, Syahrul Munir

Penulis

UNGARAN, KOMPAS.com - Sejumlah pihak bersimpati terhadap nasib keluarga Slamet (43) dan istrinya Muntamah (40) warga Penawangan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang yang tengah menghadapi masalah hukum di Pengadilan Negeri (PN) Ungaran. Mereka dituduh mencuri komputer oleh keluarga Briptu Sri Margiono.

Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang (FWKS) secara spontan menggelar koin peduli Slamet dan Muntamah di sela-sela menunggu persidangan. "Kasus ini menurut kami sangat menciderai rasa keadilan bagi warga sipil. Bagaimana tidak, korban yang awalnya menuntut keadilan karena telah ditipu oknum polisi justru akhirnya dikriminalisasi," ujar ketua FKWS Rusmanto Budhi.

Menurut Budhi, koin peduli Slamet dan Muntamah akan terus digelar sepanjang proses persidangan keluarga petani itu selesai. Sedangkan nominal yang ditargetkan minimal Rp 1,5j uta untuk menebus kerugian yang diklaim oleh keluarga pihak terlapor.

Sementara itu, Kepala Polres Semarang, AKBP August Barlianto beberapa waktu lalu menyatakan, kasus pencurian komputer dengan tersangka Slamet dan Muntamah itu sudah memenuhi semua unsur pidana, sehingga bisa dilimpahkan ke kejaksaan. Namun karena alasan kemanusiaan, tersangka tidak ditahan.

"Sebelumnya kita upayakan mediasi di Polsek Bergas, namun kandas. Tetapi selama proses penyidikan kita tidak melakukan penahanan terhadap tersangka karena alasan kemanusiaan. Adapun tersangka akhirnya ditahan di kejaksaan, itu bukan lagi wewenang kita " ujar Kapolres.

Diinformasikan, Slamet dan Muntamah pelapor kasus penipuan makelar penerimaan anggota polri yang akhirnya dilaporkan balik oleh keluarga terdakwa Briptu Sri Margiono, siang ini mulai disidangkan di PN Ungaran atas tuduhan pencurian komputer milik terdakwa.  

Sebelumnya diberitakan, kasus kriminalisasi warga sipil oleh aparat penegak hukum kembali terjadi. Slamet dan Muntamah dijebloskan ke jeruji penjara Kejaksaan Ambarawa. Keduanya awalnya melaporkan Briptu Sri Margiono atas kasus penipuan penerimaan anggota Polri, namun dalam perkembangannya justru dilaporkan balik telah mencuri seperangkat komputer milik Margiono.

Padahal, menurut keluarga Slamet, pihaknya membawa komputer tersebut atas seizin keluarga Sri Margiono. "Kejadiannya sudah lama. Pada bulan November 2012, ayah dan ibu datang ke rumah Margiono untuk menanyakan uang Rp 170 juta yang sudah diserahkan ke Margiono untuk melancarkan urusan saya, bisa masuk jadi anggota polisi. Waktu itu hubungannya masih dekat, lalu ibu tanya apakah komputer ini nganggur? Kalau nganggur, ibu saya mau pinjam, lalu Desi (istri Margiono) mengizinkannya. Bahkan Desi sendiri yang mencopot kabel-kabel komputer, karena orangtua saya tidak tahu soal komputer. Selain itu untuk menaikan ke kendaraan juga dibantu oleh Desi. Masak seperti itu dikatakan mencuri," ujar Nursaid Akbar (19) anak korban, di PN Ungaran, Kamis siang.

Akbar menilai, upaya kriminalisi terhadap orangtuanya oleh Margiono semata-mata karena sakit hati atau balas dendam. Pasalnya, pada awal Februari lalu kedua orang tuanya diundang datang ke Kejari Ambarawa yang katanya dimediasi untuk pengembalian uang Rp 170 juta. Namun sampai di Kejari mereka diminta menandatangani berkas yang tidak diketahui isinya.

Sesaat setelah itu keduanya dijebloskan dipenjara di LP Ambarawa. "Ayah dan ibu saya tidak paham soal surat menyurat, apalagi disodori berkas yang bagian atasnya ditutupi. Saya sempat meminta untuk membaca berkas itu, tapi tidak diperbolehkan," kata Nursaid.

Diinformasikan, kasus penipuan makelar rekruitmen anggota Polri dengan terdakwa Briptu Sri Margiono, sudah disidangkan di PN Ungaran pada akhir Februari lalu. Anggota Polri yang berdinas di Satuan Shabara di Jakarta ini hanya dituntut 4 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kebijakan Makroprudensial Pasca-Kenaikan BI Rate

Kebijakan Makroprudensial Pasca-Kenaikan BI Rate

Whats New
Peringati May Day 2024, Forum SP Forum BUMN Sepakat Tolak Privatisasi

Peringati May Day 2024, Forum SP Forum BUMN Sepakat Tolak Privatisasi

Whats New
MJEE Pasok Lift dan Eskalator untuk Istana Negara, Kantor Kementerian hingga Rusun ASN di IKN

MJEE Pasok Lift dan Eskalator untuk Istana Negara, Kantor Kementerian hingga Rusun ASN di IKN

Whats New
Great Eastern Life Indonesia Tunjuk Nina Ong Sebagai Presdir Baru

Great Eastern Life Indonesia Tunjuk Nina Ong Sebagai Presdir Baru

Whats New
Dukung Kemajuan Faskes, Hutama Karya Percepat Pembangunan RSUP Dr Sardjito dan RSUP Prof Ngoerah

Dukung Kemajuan Faskes, Hutama Karya Percepat Pembangunan RSUP Dr Sardjito dan RSUP Prof Ngoerah

Whats New
Bantuan Pangan Tahap 2, Bulog Mulai Salurkan Beras 10 Kg ke 269.000 KPM

Bantuan Pangan Tahap 2, Bulog Mulai Salurkan Beras 10 Kg ke 269.000 KPM

Whats New
Menperin: PMI Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif Selama 32 Bulan Berturut-turut

Menperin: PMI Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif Selama 32 Bulan Berturut-turut

Whats New
Imbas Erupsi Gunung Ruang: Bandara Sam Ratulangi Masih Ditutup, 6 Bandara Sudah Beroperasi Normal

Imbas Erupsi Gunung Ruang: Bandara Sam Ratulangi Masih Ditutup, 6 Bandara Sudah Beroperasi Normal

Whats New
Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Terus Meningkat Sepanjang 2024

Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Terus Meningkat Sepanjang 2024

Whats New
Hingga Maret 2024, BCA Syariah Salurkan Pembiayaan ke UMKM Sebesar Rp 1,9 Triliun

Hingga Maret 2024, BCA Syariah Salurkan Pembiayaan ke UMKM Sebesar Rp 1,9 Triliun

Whats New
Antisipasi El Nino, Mentan Amran Dorong Produksi Padi NTB Lewat Pompanisasi

Antisipasi El Nino, Mentan Amran Dorong Produksi Padi NTB Lewat Pompanisasi

Whats New
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru pada Jumat 3 Mei 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru pada Jumat 3 Mei 2024

Spend Smart
Keberatan Penetapan Besaran Bea Masuk Barang Impor, Begini Cara Ajukan Keberatan ke Bea Cukai

Keberatan Penetapan Besaran Bea Masuk Barang Impor, Begini Cara Ajukan Keberatan ke Bea Cukai

Whats New
Ada Penyesuaian, Harga Tiket Kereta Go Show Naik per 1 Mei

Ada Penyesuaian, Harga Tiket Kereta Go Show Naik per 1 Mei

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com