Merasakan Penerbangan Perdana AirAsia Jakarta-Macau - Kompas.com

Merasakan Penerbangan Perdana AirAsia Jakarta-Macau

Kurnia Sari Aziza
Kompas.com - 08/08/2017, 16:06 WIB
Pembukaan perdana AirAsia Indonesia rute Jakarta-Macau, di Bandara Soekarno Hatta, Senin (7/8/2017). Turut hadir Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taberi.Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Pembukaan perdana AirAsia Indonesia rute Jakarta-Macau, di Bandara Soekarno Hatta, Senin (7/8/2017). Turut hadir Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taberi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai AirAsia resmi membuka penerbangan langsung Jakarta-Macau, Senin (7/8/2017). Kompas.com berkesempatan untuk merasakan sensasi terbang perdana bersama AirAsia dari Jakarta ke Macau.

Rombongan yang berasal dari awak media, travel blogger, dan para penumpang lepas landas dari Terminal 2E Bandara Soekarno Hatta, pada Senin dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Sebelum lepas landas, awak dari AirAsia Indonesia terlihat sibuk mempersiapkan seremoni di ruang tunggu sebelum keberangkatan perdana Jakarta-Macau.

Ruang tunggu juga sudah dipenuhi oleh para penumpang yang sebagian besar merupakan orang tua dengan anak-anaknya.

Sekitar pukul 00.30 WIB, Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taberi menyampaikan sambutan singkatnya.

(Baca: Sah, Raline Shah Diangkat Jadi Komisaris Independen AirAsia Indonesia)

Kemudian dia bersama beberapa pejabat dari AirAsia Indonesia dan Kementerian Perhubungan meresmikan penerbangan perdana dengan pengguntingan pita.

Petugas berseragam pramugari AirAsia juga terlihat membagi-bagikan goodybag kepada para penumpang.

Goodybag itu berisi note kecil bersampul merah dan sebuah kotak plastik berisi kue dan air mineral. Petugas mulai meminta rombongan untuk masuk ke dalam pesawat.

Sebelum berjalan ke garbarata, penumpang kembali mendapat sebuah penutup mata berwarna merah untuk tidur.

Pramugara dan pramugari AirAsia Jakarta-Macau Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Pramugara dan pramugari AirAsia Jakarta-Macau
Ada yang berbeda dan unik dalam penerbangan Jakarta-Macau. Pramugari dan pramugaranya menggunakan asesoris khas China.

Pramugaranya menggunakan topi seperti topi vampir yang ada kepang kecil di bagian belakang. Sedangkan pramugarinya menggunakan hiasan kepala khas China.

"Selamat pagi, Ibu. Ke kota Macau ya," kata pramugara saat menyambut penumpang dengan ramah di pintu pesawat.

Kemudian para pramugari dan pramugara membantu penumpang menemukan kursi mereka dan mengangkat tas ke dalam kabin.

Kompas.com sempat ditegur karena menaruh tas di bagian depan kaki atau di bawah kursi.

"Karena duduk di pintu darurat, tidak boleh menaruh tas di bawah, tas kecil pun tidak bisa. Semua tas harus ditaruh di atas kabin. Tapi bisa ditaruh asal di bawah kursi tepatnya di bawah pelampung," kata seorang pramugari.

Setelah seluruh petugas memastikan jumlah dan pengamanan penumpang, pesawat pun lepas landas.

"Dengan gembira, saya mengabarkan bahwa malam hari ini merupakan penerbangan perdana dari Jakarta menuju kota Macau. Saya Ari, pimpinan awak kabin anda, dan perjalanan anda akan ditempuh 4 jam 55 menit," kata Ari melalui pengeras suara.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, tak ada kelas bisnis di dalam pesawat tersebut. Semuanya kelas ekonomi.

Hanya saja, di beberapa tempat seperti barisan paling depan dan di dekat pintu darurat terasa lebih lega.

Nasi lemak yang dihidangkan oleh AirAsia Jakarta-MacauKompas.com/Kurnia Sari Aziza Nasi lemak yang dihidangkan oleh AirAsia Jakarta-Macau
Sama dengan pesawat pada umumnya, ketika sudah terbang, pramugari dan pramugara menawarkan makanan. Bagi penumpang yang sudah membayar biaya tambahan, diberi pilihan menu makanan.

"Mau nasi padang, nasi lemak, atau Thai green curry?," tanya pramugari dengan ramah.

Kompas.com pun mencoba menu nasi lemak. Di dalamnya terdapat nasi gurih yang dipadu dengan lauk ikan asin, ayam kari, telur rebus, dan kacang tanah.

Setelah kenyang menyantap nasi lemak, Kompas.com terlelap tidur dengan menggunakan penutup mata yang dibagikan.

Selama perjalanan, beberapa kali terasa turbulensi karena cuaca yang tak mendukung. Namun hal itu hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Sebagian besar penumpang pun terlelap hingga akhirnya pimpinan kabin mengumumkan pesawat sudah akan mendarat di Macau International Airport.

Sinar matahari pagi terik menyinari jendela pesawat. Pemandangan awan dengan matahari terbit menarik para penumpang untuk mengambil momen-momen indah tersebut dengan kamera mereka.

Setelah mendarat di Macau International Airport atau sekitar 07.30 waktu setempat, pesawat disiram oleh selang besar dari sisi kanan dan kiri.

Sebagian penumpang bertepuk tangan melihat aksi tersebut. Penyiraman ini menandakan sebuah seremoni penerbangan perdana.

Penerbangan berlangsung 4,5 jam dan ini lebih cepat 30 menit dibanding perkiraan awal. Kejutan tak berhenti sampai di situ.

Petugas Macau Government Tourism Office (MGTO) memberikan goodybag kepada penumpang pesawat AirAsia Jakarta-MacauKompas.com/Kurnia Sari Aziza Petugas Macau Government Tourism Office (MGTO) memberikan goodybag kepada penumpang pesawat AirAsia Jakarta-Macau
Setelah berjalan di garbarata, petugas dari Macao Government Tourism Office (MGTO) kembali membagikan goodybag kepada para penumpang. Isinya, brosur wisata, buku panduan wisata di Macau, dan tali koper.

Direktur Marketing Macau International Airport Co., Ltd. (CAM) Eric Fong meyakini pembukaan rute penerbangan langsung Jakarta-Macau dapat meningkatkan jumlah penumpang yang menggunakan Bandara Macau. Selain itu, dia juga meyakini, hal ini dapat meningkatkan perekonomian China.

CEO AirAsia Hong Kong and Macau Celia Lao Sio Wun mengapresiasi respon masyarakat terhadap pembukaan rute Jakarta-Macau. Hal itu, lanjut dia, terlihat dari sebagian besar tiket yang habis terjual.

"Ini akan meningkatkan jumlah turis ke Indonesia dan Macau. Kami akan memberi pelayanan lebih baik kepada para turis dari Indonesia, sama seperti pelayanan yang diberikan dari Indonesia kepada warga kami," kata Celia.

Adapun AirAsia yang melayani penerbangan Jakarta-Macau dengan pesawat bertipe Airbus A320-200 dengan kapasitas 180 kursi penumpang.

Penerbangan dari Jakarta ke Macau ini diawali dengan jadwal penerbangan tiga kali seminggu. Kemudian, frekuensi penerbangan akan meningkat menjadi empat kali dalam seminggu pada September 2017.

PenulisKurnia Sari Aziza
EditorAprillia Ika

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM