Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Poin Desakan Jokowi kepada 7 Menteri Bidang Ekonomi

Kompas.com - 09/08/2017, 11:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (8/8/2017) pagi memanggil tujuh menteri bidang ekonomi ke Istana.

Para menteri tersebut yakni Darmin Nasution (Menko Perekonomian), Enggartiasto Lukito (Menteri Perdagangan), Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian), Ignasius Jonan (Menteri ESDM), Rini Soemarno (Menteri BUMN), Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan) dan Luhut Pandjaitan (Menko Kemaritiman).

Darmin Nasution, usai pertemuan tersebut mengatakan bahwa pemanggilan dilakukan untuk membahas dua masalah.

Pertama, soal investasi. Jokowi ingin agar investasi terus dipacu. Kedua, soal pelaksanaan beberapa proyek infrastruktur.

(Baca: Ekonomi Stagnan, Pemerintah Rilis Paket Kebijakan XVI Minggu Depan)

Terkait infrastruktur, Jokowi, kata Darmin mengingatkan para menterinya agar proyek lama yang sampai saat ini belum juga jalan untuk segera dipercepat.

"Ada beberapa proyek lama yang diingatkan sama bapak untuk diberi perhatian, seperti; pelabuhan, kilang," katanya di Komplek Istana, Selasa (8/8/2017).

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa ada beberapa proyek sektor perhubungan yang disinggung dalam pemanggilan tersebut.

Yakni, proyek pelabuhan Patimban dan Proyek Kereta Jakarta- Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga memerintahkan para menterinya untuk memperbaiki koordinasi di antara mereka dan juga partner yang akan diajak bekerjasama agar pembangunan proyek tersebut bisa segera dimulai.

"Akan segera kami tindaklanjuti," kata Budi Karya Sumadi.

Selasa kemarin, Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan menemui Masafumi Ishii, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, guna membahas percepatan pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya tersebut. (Agus Triyono)

Berita ini sudah tayang di KONTAN dengan judul: "Ini dua poin desakan Jokowi kepada 7 menteri" pada Selasa (8/8/2017).

Kompas TV Presiden Joko Widodo memperingatkan para menteri untuk tidak membuat peraturan menteri yang menyulitkan iklim investasi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tak Mau Kejadian Nasabah Lempar Piring Saat Ditagih Kredit Terulang, PNM Kini Fokus Lindungi Karyawannya

Tak Mau Kejadian Nasabah Lempar Piring Saat Ditagih Kredit Terulang, PNM Kini Fokus Lindungi Karyawannya

Whats New
Bertemu Mendag Inggris, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama JETCO dan Energi Bersih

Bertemu Mendag Inggris, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama JETCO dan Energi Bersih

Whats New
Sepatu Impor Sudah Diterima Pemilik, Siapa yang Tanggung Denda Rp 24,74 Juta?

Sepatu Impor Sudah Diterima Pemilik, Siapa yang Tanggung Denda Rp 24,74 Juta?

Whats New
BI: Biaya Merchant QRIS 0,3 Persen Tidak Boleh Dibebankan ke Konsumen

BI: Biaya Merchant QRIS 0,3 Persen Tidak Boleh Dibebankan ke Konsumen

Whats New
Pemerintahan Baru Bakal Hadapi 'PR' Risiko Impor dan Subsidi Energi

Pemerintahan Baru Bakal Hadapi 'PR' Risiko Impor dan Subsidi Energi

Whats New
Kinerja Baik APBN pada Triwulan I-2024, Pendapatan Bea Cukai Sentuh Rp 69 Triliun

Kinerja Baik APBN pada Triwulan I-2024, Pendapatan Bea Cukai Sentuh Rp 69 Triliun

Whats New
Hadirkan Fitur Menabung Otomatis, Bank Saqu Siapkan Hadiah 50 Motor Honda Scoopy 

Hadirkan Fitur Menabung Otomatis, Bank Saqu Siapkan Hadiah 50 Motor Honda Scoopy 

Whats New
Bahan Pokok Hari Ini 30 April 2024: Harga Daging Ayam Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Bahan Pokok Hari Ini 30 April 2024: Harga Daging Ayam Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Whats New
Minta Omnibus Law Dicabut, KSPI Sebut 50.000 Buruh Akan Kepung Istana

Minta Omnibus Law Dicabut, KSPI Sebut 50.000 Buruh Akan Kepung Istana

Whats New
Laba Bersih BSI Naik 17 Persen Jadi Rp 1,71 Triliun pada Kuartal I-2024

Laba Bersih BSI Naik 17 Persen Jadi Rp 1,71 Triliun pada Kuartal I-2024

Whats New
Pertumbuhan Upah Lambat, 29 Persen Pekerja AS Kesulitan Memenuhi Kebutuhan

Pertumbuhan Upah Lambat, 29 Persen Pekerja AS Kesulitan Memenuhi Kebutuhan

Whats New
Strategi BNI di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga dan Inflasi

Strategi BNI di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga dan Inflasi

Whats New
BPS Perkirakan Produksi Beras Surplus, Pengamat Pangan Minta Bulog Serap Gabah Petani

BPS Perkirakan Produksi Beras Surplus, Pengamat Pangan Minta Bulog Serap Gabah Petani

Whats New
Pengusaha Belum Realisasikan Impor Bawang Putih, Mendag: Kita Akan Penalti

Pengusaha Belum Realisasikan Impor Bawang Putih, Mendag: Kita Akan Penalti

Whats New
Kemendag Resmi Keluarkan Bahan Bahan Baku Tepung Terigu dari Lartas

Kemendag Resmi Keluarkan Bahan Bahan Baku Tepung Terigu dari Lartas

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com