Harapan Pelaku Usaha di Era Gubernur DKI Jakarta Baru - Kompas.com

Harapan Pelaku Usaha di Era Gubernur DKI Jakarta Baru

Kurnia Sari Aziza
Kompas.com - 12/10/2017, 12:49 WIB
Bendera Merah Putih raksasa dikibarkan oleh anggota TNI dan anggota Pramuka di Tugu Monas, Jakarta, Jumat (19/12/2014). Pengibaran bendera Merah Putih tersebut merupakan puncak peringatan Hari Bela Negara sekaligus tercatat dalam rekor dunia dengan kategori bendera terbesar di dunia dengan ukuran 2.250 meter persegi.KOMPAS/RIZA FATHONI Bendera Merah Putih raksasa dikibarkan oleh anggota TNI dan anggota Pramuka di Tugu Monas, Jakarta, Jumat (19/12/2014). Pengibaran bendera Merah Putih tersebut merupakan puncak peringatan Hari Bela Negara sekaligus tercatat dalam rekor dunia dengan kategori bendera terbesar di dunia dengan ukuran 2.250 meter persegi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Senin (16/10/2017) mendatang.

Berbagai harapan untuk kemajuan Jakarta disampaikan kepada Anies-Sandi, tak terkecuali dari pelaku usaha.

Wakil Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Sarman Simanjorang berharap, Anies-Sandiaga dapat menjaga iklim usaba Jakarta yang kondusif, aman, dan nyaman. Sebab, Jakarta merupakan kota jasa pusat bisnis, perdagangan, pariwisata, kuliner, dan investasi.

"Mall Pelayan Publik yang baru saja diresmikan agar lebih ditingkatkan kualitas pelayanan perizinan, sehingga dunia usaha semakin mudah dalam mengurus dan mendapatkan berbagai perizinan yang dibutuhkan dengan kepastian waktu, biaya, dan kualitas pelayanan yang memiliki standar," kata Sarman, kepada Kompas.com, Kamis (12/10/2017).

Dengan kualitas pelayanan perizinan yang semakin baik, maka daya saing Jakarta sebagai salah satu tujuan investasi semakin diminati.

Kemudian untuk meningkatkan dan menjaga pertumbuhan ekonomi Jakarta, dia mengimbau penyerapan anggaran yang optimal.

Ia juga berharap, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies-Sandiaga meninjau ulang pelaksanaan lelang konsolidasi proyek.

Pasalnya, lelang konsolidasi membuat pelaku UKM tak lagi menjadi rekanan Pemprov DKI Jakarta dalam melaksanakan atau membangun sebuah proyek.

"Dalam penyusunan dan pembahasan berbagai kebijakan di bidang ekonomi seperti perda dan pergub untuk melibatkan perwakilan dunia usaha yaitu KADIN. Maka kami dapat memberikan masukan, saran, dan pandangan sesuai dengan tantangan dan permasalahan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan," kata Sarman.

Kemudian, dia mengimbau Pemprov DKI Jakarta menyusun roadmap peluang-peluang investasi yang masih terbuka di ibu kota.

Data tersebut dibutuhkan bagi para calon investor yang akan masuk baik untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.

Masuknya investor, lanjut dia, akan dapat mengurangi angka pengangguran serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Pemprov DKI Jakarta juga diminta semakin meningkatkan kualitas kurikulum di Balai Latihan Kerja (BLK), sehingga lulusan BLK tersebut benar benar memiliki kemampuan dan kompetensi yang mumpuni untuk memasuki pasar kerja.

"Di tengah persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif, sangat dibutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, skill, dan produktivitas yang berdaya saing sesuai dengan kebutuhan dunia usaha," kata Sarman.

Terakhir, dia mengimbau Pemprov DKI Jakarta melakukan pembinaan pelaku UKM, khususnya untuk beradaptasi mengikuti trend berdagang secara online. Dia meyakini, UKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi Jakarta.

"Kalau tidak dapat menyesuaikan, maka pelaku UKM akan tutup dan menjadi beban sosial pemerintah DKI Jakarta," kata Sarman.

Kompas TV Segudang pekerjaan rumah sudah menanti. Salah satunya, pengentasan kemisikan yang angkanya bertambah di tahun 2017.

 

PenulisKurnia Sari Aziza
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM