Bappenas: Impor Naik karena Maraknya Belanja "Online" - Kompas.com

Bappenas: Impor Naik karena Maraknya Belanja "Online"

Andri Donnal Putera
Kompas.com - 13/11/2017, 15:56 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat Terminal Peti Kemas Kalibaru atau New Priok Container Terminal beberapa waktu lalu.TRIBUNNEWS / HERUDIN Suasana aktivitas bongkar muat Terminal Peti Kemas Kalibaru atau New Priok Container Terminal beberapa waktu lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2017 juga disumbang oleh impor. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menengarai hal ini ada hubungannya dengan maraknya masyarakat yang berbelanja secara online.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebut, indikasi itu nampak karena tidak sedikit barang-barang yang dibeli secara online berasal dari luar negeri yang didapat dengan cara impor.

Baca: Apakah Indonesia Bisa Stop Impor Barang dari China?

" Impor kan ada banyak, salah satunya impor barang konsumsi. Mungkin kenaikan impor barang konsumsi karena kegiatan e-commerce, belanja online makin tinggi," kata Bambang dalam konferensi pers di kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pertumbuhan impor barang dan jasa kuartal III 2017 sebesar 15,09 persen, meningkat jauh dari kuartal III 2016 yang hanya 3,67 persen.

Peningkatan pertumbuhan impor juga dinilai paling tinggi untuk tahun ini, terlebih data pada kuartal II 2017 menunjukkan tingkat pertumbuhan impor hanya terpaut 0,22 persen.

Ada berbagai komponen pada poin tingkat pertumbuhan impor barang dan jasa. Khusus untuk komponen barang, dibagi ke tiga jenis yaitu impor barang konsumsi, impor barang modal, dan impor bahan baku.

Jika dibandingkan dengan data pada periode yang sama tahun lalu, jumlah impor barang konsumsi meningkat jadi 17,7 persen di kuartal III 2017. Adapun jumlah impor barang konsumsi kuartal III 2016 hanya 11,2 persen.

Bambang meyakini, dari sekian banyak orang yang mengimpor barang untuk konsumsi, pasti ada yang dijual lagi. Berdasarkan data tersebut, Bambang memperkirakan maraknya orang belanja online sebagai pendorong tingginya tingkat impor barang konsumsi.

"Kalau diperhatikan, yang sering belanja online, banyak barang yang dibeli adalah barang impor. Itu akan meningkatkan impor barang konsumsi," tutur Bambang.

PenulisAndri Donnal Putera
EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM