Jokowi Minta Uni Eropa Hentikan Diskriminasi Sawit - Kompas.com

Jokowi Minta Uni Eropa Hentikan Diskriminasi Sawit

Kompas.com - 14/11/2017, 21:50 WIB
Presiden Joko Widodo (depan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (belakang) turun dari pesawat saat tiba di Bandara Internasional Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11). Presiden Joko Widodo menghadiri KTT APEC 2017. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/foc/17.YUSRAN UCCANG Presiden Joko Widodo (depan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (belakang) turun dari pesawat saat tiba di Bandara Internasional Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11). Presiden Joko Widodo menghadiri KTT APEC 2017. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/foc/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) meminta diskriminasi Uni Eropa terhadap kelapa sawit dihentikan. Menurut dia, sejumlah sikap dan kebijakan yang dianggap merugikan kepentingan ekonomi dan merusak citra negara produsen sawit juga harus dihilangkan.

"Sejumlah sikap dan kebijakan yang dianggap merugikan kepentingan ekonomi dan merusak citra negara produsen sawit juga harus dihilangkan,”  ucap Presiden dalam pidatonya, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Uni Eropa (UE) di Manila, Filipina, Selasa (14/11/2017).

Seperti dilansir laman resmi Setkab, Jokowi menyebutkan bahwa isu kelapa sawit sangat dekat dengan upaya pengentasan kemiskinan, mempersempit kesenjangan danserta pembangunan ekonomi yang inklusif.

Menurut dia, saat ini terdapat 17 juta orang Indonesia yang hidupnya, baik langsung maupun tidak langsung, terkait dengan kelapa sawit, dengan 42 persen lahan perkebunan kelapa sawit dimiliki oleh petani kecil.

Baca juga : CEO AirAsia: Pak Jokowi Presiden yang Luar Biasa

Jokowi mengatakan, resolusi Parlemen Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa mengenai kelapa sawit dan deforestasi serta berbagai kampanye hitam, tidak saja merugikan kepentingan ekonomi, namun juga merusak citra negara produsen sawit.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia paham pentingnya isu sustainability.  Dia menyebutkan, berbagai kebijakan terkait sustainability telah diambil, termasuk pemberlakuan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Baca juga: Menko Darmin: Industri Kelapa Sawit Berperan Entaskan Kemiskinan

Kompas TV Manfaat Kelapa Sawit untuk Kesehatan dan Kecantikan Kulit

EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM