Punya Potensi Sejarah, Pelindo 1 Jadikan Desa Tomok Desa Wisata - Kompas.com

Punya Potensi Sejarah, Pelindo 1 Jadikan Desa Tomok Desa Wisata

Kontributor Medan, Mei Leandha
Kompas.com - 15/11/2017, 11:03 WIB
Kepala Desa Tomok Mangiring Sidabutar mengulosi Direktur Keuangan Pelindo 1 Farid Luthfi, Senin (15/11/2017)KOMPAS.com / Mei Leandha Kepala Desa Tomok Mangiring Sidabutar mengulosi Direktur Keuangan Pelindo 1 Farid Luthfi, Senin (15/11/2017)

MEDAN, KOMPAS.com - Kompleks pertunjukan Sigale-gale di Desa Wisata Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, terlihat ramai pada Senin (13/11/2017).

Warga menyambut kedatangan rombongan Asisten Deputi Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Kementerian BUMN Indriani Widiastuti, Direktur SDM dan Umum Pelindo 1 Hamied Wijaya, Direktur Keuangan Pelindo 1 Farid Luthfi.

Kepala Desa Tomok Mangiring Sidabutar bersama para pejabat Pemerintahan Kabupaten Samosir yang sudah menunggu sejak pagi langsung berdiri menyambut.

Baca juga : Pelindo I Tambah Investasi di Terminal Petikemas Belawan

Senin (13/11/2017) menjadi hari bersuka cita mereka. 

Pasalnya, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) menyerahkan bantuan untuk pembangunan Desa Wisata Tomok Parsaoran dan pembinaan Kelompok Sadari Wisata.

Desa yang berada di atas Pulau Samosir, Danau Toba ini merupakan desa binaan Pelindo 1.

Memiliki banyak potensi sejarah mulai dari makam Raja Sidabutar, museum batak, dan pertunjukan patung Sigale-gale.

Keunikan dan daya tarik wisata khas inilah yang mendorong Pelindo 1 terlibat membantu mengembangkannya.

Dalam sambutannya, Luthfi mejelaskan bahwa Danau Toba masuk dalam 10 destinasi pariwisata yang ditetapkan pemerintah sejak 2016.

Sementara Desa Wisata Tomok telah dirangkul pihaknya sejak Agustus 2016.

Senada dengan yang diucapkan Luthfi, Indriani pun menyatakan banyak potensi yang bisa dikembangkan dari Desa Tomok sehingga semakin menarik wisatawan datang.

"Kita mengapresiasi Desa Wisata Tomok sudah membuka diri untuk menerima bantuan dari Pelindo 1, berarti ada keinginan untuk maju dan memperkenalkan keindahan desa ini,” kata Indriani.

Bantuan yang diberikan berupa pembangunan fisik meliputi penataan lanskap area kursi batu, makam raja dan panggung upacara Mangalahat Horbo.

Kemudian, penataan tribun penonton untuk pertunjukan Sigale-gale, pembangunan Sopo (bangunan khas Batak).

Kemudian, pembangunan gazebo demo pengrajin tenun, pembuatan papan nama penanda kawasan, pembuatan kursi taman di areal Mangalahat Horbo dan pembuatan lahan parkir.

ACS Humas Pelindo 1 Fiona Sari Utami yang dikonfirmasi Kompas.com pada Rabu (15/11/2017) menambahkan, Pelindo 1 juga berkontribusi membangunan desa wisata secara nonfisik.

Yakni dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sudah turut berpartisipasi dalam beragam event nasional.

Pokdarwis diberi pelatihan dan diajak studi banding ke beberapa objek wisata di Yogyakarta yang tujuannya menambah wawasan dalam mengembangkan potensi desa wisata mereka.

"Mereka belajar cara memperkenalkan budaya Batak kepada para pengunjung yang hadir dengan penyampaian yang menarik," kata Fiona.

Dengan penataan dan pembangunan Desa Wisata Tomok, pihaknya berharap mampu memiliki nilai jual yang tinggi untuk menarik wisatawan lokal maupun internasional mengunjungi desa ini.

"Tujuan lain adalah meningkatkan perekonomian warga desa dan Pelindo 1 terlibat dalam melestarikan budaya daerah,” pungkasnya.

Kompas TV Tanah Sumba di Nusa Tenggara Timur, memiliki beberapa destinasi wisata yang dapat dikunjungi.

PenulisKontributor Medan, Mei Leandha
EditorAprillia Ika

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM