Berlian Raksasa Terjual Seharga Rp 87,7 Miliar - Kompas.com

Berlian Raksasa Terjual Seharga Rp 87,7 Miliar

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 06/12/2017, 05:53 WIB
Berlian Perdamaian dipajang di Rapaport Group, pada 4 Desember 2017, di New York, Amerika Serikat. (AFP/Timothy A Clary)
Berlian Perdamaian dipajang di Rapaport Group, pada 4 Desember 2017, di New York, Amerika Serikat. (AFP/Timothy A Clary)

NEW YORK, KOMPAS.com - Sebongkah berlian raksasa 709 karat yang berasal dari Sierra Leone telah terjual dalam sebuah lelang di New York, AS seharga 6,5 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 87,7 miliar. Berlian tersebut dijuluki "Berlian Perdamaian".

Sang pembeli ialah Laurence Graff, pimpinan Graff Diamonds. Pelelangan dilakukan pada awal pekan ini.

Mengutip BBC, Rabu (6/12/2017), 3,8 juta dollar AS atau sekitar Rp 51,3 miliar dari angka penjualan berlian ini akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur bagi warga di pedesaan di mana berlian itu ditemukan.

Pemerintah Sierra Leone menolak tawaran senilai 7,8 juta dollar AS atau setara Rp 105,3 miliar pada lelang sebelumnya.

Pemerintah Sierra Leone akan menggunakan uang dari hasil lelang berlian raksasa itu untuk memperbaiki kondisi di wilayah perdesaan Koryardu. Ini termasuk pengenalan pasokan air bersih, listrik, jalan raya, layanan kesehatan, serta pembanguna dan pemeliharaan sekolah.

"Berlian Perdamaian yang dibeli oleb Laurence Graff akan mengubah kehidupan, meski agak mengecewakan bahwa berlian ini tidak dijual dengan harga yang sangat mahal," ujar Tobias Kormind, direktur pelaksana 77diamonds.com.

Berlian Perdamaian disebut sebagai berlian terbesar ke-14 di dunia tang pernah ditemukan. Berlian tersebut ditemukan oleh seorang pastor bernama Emmanuel Momoh dan kemudian diserahkan kepada pemerintah Sierra Leono pada Maret 2017 lalu.

Momoh menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa apabila berlian tersebut dijual ke kalangan menengah, maka tidak akan memberikan manfaat kepada masyarakat. Sierra Leone pun masih hidup dalam keterbatasan

"Kami kekurangan banyak hal. Kami tidak punya jaringan jalan yang bagus, atau bahkan air minum," jelas Momoh.

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorBambang Priyo Jatmiko
SumberBBC
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM