Mendag Akui Pasokan Beras Medium Berkurang - Kompas.com

Mendag Akui Pasokan Beras Medium Berkurang

Pramdia Arhando Julianto
Kompas.com - 09/01/2018, 14:50 WIB
Mendag Enggartiasto Lukita, saat acara pelepasan armada operasi pasar beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (9/1/2018).KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Mendag Enggartiasto Lukita, saat acara pelepasan armada operasi pasar beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan ( Mendag) Enggartiasto Lukita, mengungkapkan, lonjakan harga beras yang sedang terjadi saat ini disebabkan oleh menurunnya jumlah pasokan beras.

Namun demikian, Mendag tidak menjelaskan lebih lanjut berapa penurunan suplai beras medium yang sedang terjadi saat ini.

"Suplainya dari beras medium itu memang berkurang. Bisa saja (sebabnya) karena berbagai hal yang lain," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (9/1/2018).

Menurut Mendag, salah satu langkah yang dijalankan pemerintah dalam meredam gejolak harga adalah dengan melakukan operasi pasar beras di seluruh Indonesia.

Baca juga : Mendag Siap Tindak Tegas Spekulan Harga Beras

Hal itu diharapkan dapat menekan harga beras menjadi lebih terjangkau, sebab pasokan yang ada di pasar dan pedagang akan bertambah dan mampu mencukupi kebutuhan.

"Yang pasti kami sudah sediakan. Jadi dengan demikian beras medium dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi) ada," jelasnya.

Kemudian, untuk masa waktu pelaksanaan operasi pasar beras, Mendag bilang akan terus dilakukan hingga harga beras jenis medium kembali normal. "Sampai harga turun semua," jelasnya.

Baca juga : Ada Operasi Pasar, Mendag Yakin Harga Beras Segera Turun

Sebelumnya, Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti mengatakan, pihaknya telah menyiapkan stok beras sebanyak 950.000 ton untuk operasi pasar beras tahun 2018.

Djarot mengatakan, dalam operasi pasar ini dirinya tidak lagi secara mendiri melainkan bersama tim dengan melibatkan pelaku usaha swasta.

"Kemarin kami rapat dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) bagaimana kami satu langkah untuk meredam kenaikan harga yaitu dengan cara yang baik, saya masih punya stok 950.000 ton itu akan saya manfaatkan semaksimal mungkin," kata Djarot kepada Kompas.com, Senin (8/1/2018).

PenulisPramdia Arhando Julianto
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM