Presiden Tinjau Program Padat Karya di Ambon - Kompas.com

Presiden Tinjau Program Padat Karya di Ambon

Kompas.com - 14/02/2018, 16:21 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membagikan 17 sertipikat tanah wakaf kepada pengurus masjid, mushalla, serta surau di Masjid Raya Sumatera Barat, Padang, Jumat (9/2/2018).Kementerian ATR/BPN Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membagikan 17 sertipikat tanah wakaf kepada pengurus masjid, mushalla, serta surau di Masjid Raya Sumatera Barat, Padang, Jumat (9/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) meninjau proses pengerukan Sungai Wai Hatukau di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (14/2/2018).

Pengerukan sungai tersebut menggunakan anggaran dana desa dengan sistem padat karya (cash for work).

Menurut Presiden, program padat karya tunai dilaksanakan guna memberikan pendapatan kepada masyarakat dan akan disusul oleh kementerian atau lembaga lainnya.

"Ini (pengerukan) padat karya tunai di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Yang jalan sekarang baru dua, kementerian PU dan Kementerian Desa, nanti kementerian lain menyusul," ujar Presiden melalui keterangan resmi, Rabu (14/2/2018).

Baca juga: Restrukturisasi AJB Bumiputera Tak Jelas, Presiden Jokowi Disomasi

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan, pengerukan sungai di Desa Batu Merah dilakukan berdasarkan kesepakatan warga, untuk mengantisipasi pendangkalan.

Selain itu, pelaksanakan proyek pengerukan juga sengaja dilakukan dengan memberdayakan warga setempat untuk membangkitkan ekonomi desa. "Pak Presiden minta masyarakat yang bekerja untuk dipastikan dibayar," ujarnya.

Menteri Eko memgapresiasi Kota Ambon menjadi salah satu daerah yang pertama melakukan pencairan dana desa tahap pertama.  "Dengan begitu, program padat karya dapat dengan diterapkan sehingga warga segera mendapatkan pekerjaan," kata Eko.

Dia menjelaskan, penyaluran dana desa tahun ini akan dilakukan melalui tiga tahap yakni bulan Januari, Maret, dan Juli. Selain itu proses pengawasan juga diperketat dengan melibatkan kepolisian dan kejaksaan.

"Tahun lalu kita baru mulai pencairan bulan Maret, sekarang beda. Januari sudah bisapencairan supaya tidak ada jeda," terangnya.

Sementara itu, dari sisi pengawasan, Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan, pihaknha telah rutin melakukan evaluasi proyek dana desa per tiga bulan sekali.

Richard mengatakan, pengawasan juga aktif dilakukan terhadap camat dan kepala desa untuk memastikan program dana desa dilaksanakan dengan baik.

"Setiap tiga bulan kita evaluasi. Ini (padat karya) bukan pertama dilakukan kalau di Ambon ini. Tapi karena bertepatan dengan musim hujan, kita siapkan antisipasi meluapnya sungai dalam bentuk partisipasi masyarakat seperti ini," ujarnya.

Untuk diketahui dalam kunjungan tersebut Menteri Eko juga memberikan bantuan dana untuk modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) seperti BUMDes Hative Kecil, Desa Rumah Tiga, dan Desa Batu Merah dengan total Rp 750 juta untuk 15 BUMDes. Masing-masing BUMDes mendapatkan Rp 50 juta.

Selain itu Menteri Eko juga memberikan bantuan usaha untuk 15 Kelompok Usaha Ekonomi dengan total Rp 600 juta, dengan masing-masing mendapatkan Rp 30 juta.


Komentar
Close Ads X