Karantina Pertanian Percepat Dokumen Ekspor - Kompas.com

Karantina Pertanian Percepat Dokumen Ekspor

Kompas.com - 14/02/2018, 21:00 WIB
Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini, usai acara Gerakan Peningkatan Luas Tambah Tanam dan Serap Gabah Petani di Kutawaringin, Soreang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/7/2016).KOMPAS.COM/ADHIS ANGGIANY Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini, usai acara Gerakan Peningkatan Luas Tambah Tanam dan Serap Gabah Petani di Kutawaringin, Soreang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/7/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini menandatangani kerja sama pelaksanaan sertifikat karantina secara online atau Implementing Arrangement for the exchange of electronic certification (eCert) antara Indonesia dan Australia.

“Pertukaran e-Cert Indonesia - Australia ini akan pangkas waktu proses pengiriman dokumen sertifikat. Sebelumnya perlu 5 bahkan 15 hari, kini bisa kurang dari 1 menit," kata Banun melalui keterangan resmi, Rabu (14/2/2018).

Banun menjelaskan, dokumen sertifikat yang sampai ke petugas karantina di border selanjutnya dianalisis lebih lanjut sebelum komoditas pertanian ekspor tersebut sampai di masing-masing negara.

Baca juga : Mengurus Dokumen Ekspor Impor Masih Jadi Hambatan Bagi Pengusaha

Menurutnya, dengan ditandatanganinya e-Cert oleh Indonesia dan Australia ini, kedepan akses pasar komoditas pertanian dapat dipercepat melalui jaminan keaslian serta keakuratan sertifikat sanitari dan phitosanitari yang menyertai komoditas pertanian yang diperdagangkan oleh kedua belah pihak.

Selain itu juga, e-Cert dapat mempercapat proses border clereance di pelabuhan sehingga komoditas pertanian yang mayoritas adalah komoditi mudah rusak (perishable goods) dapat segera di release.

Sebagai informasi, proses pertukaran e-Cert Indonesia dan Australia telah disetujui pada pertemuan WGAFFC ke-19 di tahun 2016 lalu.

Baca juga : Permudah Prosedur Ekspor, Mendag Bebaskan Biaya Surat Keterangan Asal

Setelah melalui proses harmonisasi serta uji coba kedua sistem yang diterapkan oleh masing-masing negara, maka pada pertemuan WGAFFC ke-21 tahun 2018 ini dapat dilakukan lauching pertukaran eCert kedua belah pihak.

Banun memastikan, sejak Rabu (14/2/2018), pengiriman komoditas pertanian baik dari Indonesia maupun Australia sudah dapat diidentifikasi sebelum komoditas tersebut masuk ke Indonesia maupun Australia.

Adapun sertifikat, pertukaran saat ini khusus untuk eCert phitosanitari atau tumbuhan, dan dalam waktu dekat Karantina Pertanian segera kembangkan pertukaran eCert komoditas lainnya seperti hewan dan produk hewan.

Kompas TV Presiden Joko Widodo mendatangi Wapres Jusuf Kalla di kantor wakil presiden untuk makan siang bersama.



Komentar
Close Ads X