Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kesampingkan Kekhawatiran Perang Dagang, Wall Street Ditutup Menguat

Kompas.com - 08/08/2018, 06:17 WIB
Mutia Fauzia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

NEW YORK, KOMPAS.com - Pasar Saham Amerika, Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa, (7/8/2018). Investor terus mengesampingkan kecemasan antara perang dagang AS dan China dan fokus pada hasil laoran keuangan perusahaan yang positif.

Nasdaq pun mencetak rekor dengan terus meningkat selama 6 hari berturut-turut, rekor beruntun terpanjang sejak Maret, didorong saham Tesla yang mengalami lonjakan lantaran tweet dari CEO mereka Elon Musk. Pihaknya mengatakan akan mempertimbangkan untuk mengelola Tesla seceara privat, dan telah dikonfirmasi oleh pihak perusahaan.

Dikutip melalui MarketWatch, Dow Jones Industrial Avarage naik 126,73 poin atau 0,5 persen menjadi 25.628,91. S&P 500 meningkat 8,05 poin atau 0,28 persen menjadi 2.858,45. Adapun indeks Nasdaq Composite naik 23,99 poin atau 0,3 persen menjadi 7.883,66.

Pada kuartal kedua kali ini mencatatkan hasil yang dinilai sangat baik. Perusahaan dalam indeks S&P 500 bahkan melaporkan pertumbuhan pendapatan 24 persen dan keuntungan penjualan 9,8 persen.

Laporan yang kuat membantu meyakinkan pasar bahwa pertumbuhan ekonom AS yang stabil akan terus disokong oleh kinerja perusahaan, sehingga kondisi pasar saham juga terus terjaga.

Kekhawatiran terhadap kemungkinan adanya perang dagang pun telah dikesampingkan, bahkan ketika China melemparkan bola-bola panas melalui surat kabarnya. Editorial People's Daily China pada Senin malam menyatakan bahwa negara tersebut tidak akan menyerah pada "pemerasan perdagangan".

Pekan lalu, China pun mengancam akan mengeneakan tarif sebesar 60 miliar dollar AS produk Amerika jika Gedung Putih melanjutkan rencananya untuk memaksakan pungutan baru terhadap produk China.

Sementara, data ekonomi yang dilaporkan oleh Kementerian Tenaga Kerja setempat menunjukkan terdapat 6,6 juta lowongan pekerjaan pada akhir Juni, meninkat dari bulan Mei lalu dan menjadi angka tertinggi ketiga di dalam sejarah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Marak Modus Penipuan Undangan Lowker, KAI Imbau Masyarakat Lebih Teliti

Marak Modus Penipuan Undangan Lowker, KAI Imbau Masyarakat Lebih Teliti

Whats New
Vira Widiyasari Jadi Country Manager Visa Indonesia

Vira Widiyasari Jadi Country Manager Visa Indonesia

Rilis
Ada Bansos dan Pemilu, Konsumsi Pemerintah Tumbuh Pesat ke Level Tertinggi Sejak 2006

Ada Bansos dan Pemilu, Konsumsi Pemerintah Tumbuh Pesat ke Level Tertinggi Sejak 2006

Whats New
Peringati Hari Buruh 2024, PT GNI Berikan Penghargaan Kepada Karyawan hingga Adakan Pertunjukan Seni

Peringati Hari Buruh 2024, PT GNI Berikan Penghargaan Kepada Karyawan hingga Adakan Pertunjukan Seni

Whats New
Kemenperin Harap Produsen Kembali Perkuat Pabrik Sepatu Bata

Kemenperin Harap Produsen Kembali Perkuat Pabrik Sepatu Bata

Whats New
IHSG Naik Tipis, Rupiah Menguat ke Level Rp 16.026

IHSG Naik Tipis, Rupiah Menguat ke Level Rp 16.026

Whats New
Warung Madura: Branding Lokal yang Kuat, Bukan Sekadar Etnisitas

Warung Madura: Branding Lokal yang Kuat, Bukan Sekadar Etnisitas

Whats New
Ini Tiga Upaya Pengembangan Biomassa untuk Co-firing PLTU

Ini Tiga Upaya Pengembangan Biomassa untuk Co-firing PLTU

Whats New
Strategi untuk Meningkatkan Keamanan Siber di Industri E-commerce

Strategi untuk Meningkatkan Keamanan Siber di Industri E-commerce

Whats New
Permendag Direvisi, Mendag Zulhas Sebut Tak Ada Masalah Lagi dengan Barang TKI

Permendag Direvisi, Mendag Zulhas Sebut Tak Ada Masalah Lagi dengan Barang TKI

Whats New
Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kemenperin Bakal Panggil Manajemen

Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kemenperin Bakal Panggil Manajemen

Whats New
Capai 12,5 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Dua Wilayah Ini Tertinggi di Indonesia

Capai 12,5 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Dua Wilayah Ini Tertinggi di Indonesia

Whats New
Per Februari 2024, Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,20 Juta Orang

Per Februari 2024, Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,20 Juta Orang

Whats New
Pembangunan Infrastruktur di Australia Jadi Peluang untuk Produsen Baja Lapis RI

Pembangunan Infrastruktur di Australia Jadi Peluang untuk Produsen Baja Lapis RI

Whats New
KAI Ubah Pola Operasi, 21 Kereta Berhenti di Stasiun Jatinegara

KAI Ubah Pola Operasi, 21 Kereta Berhenti di Stasiun Jatinegara

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com