Salin Artikel

BSM Tawarkan Pembiayaan Syariah di GIIAS 2017

Senior Executive Vice President (SEVP) BSM Niken Andonowarih menjelaskan, ini merupakan kali pertama BSM berpartisipasi dalam event GIIAS 2017.

"Pada event ini, kami menawarkan pembiayaan mobil baru jenis passenger dengan jangka waktu 1- 5 tahun," kata Niken, dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2017).

Dia mengatakan, BSM memanfaatkan momentum penyelenggaraan GIIAS 2017 sebagai edukasi bahwa BSM memiliki BSM OTO atau pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor melalui skema syariah.

Dengan demikian, masyarakat Indonesia memiliki pilihan. Jika ingin transaksi syariah, maka dapat menggunakan BSM dan Mandiri Tunas Finance.

Ada beberapa kemudahan yang ditawarkan. Misal bebas biaya provisi, biaya administrasi hanya 0,25 persen dari biasanya 1 persen dari nilai pembiayaan.

"Setiap hari, khusus bagi 10 nasabah pertama yang disetujui aplikasi pembiayaan mobilnya akan dibebaskan biaya administrasi, atau hanya membayar biaya administrasi Rp 1," kata Niken.

Adapun uang muka minimum 25 persen sesuai ketentuan berlaku. Niken berharap produk ini berkontribusi positif terhadap pertumbuhan pembiayaan konsumer.

Sejak relaunching pada awal 2017 hingga Juni 2017, pembiayaan BSM OTO mencapai Rp 33,42 miliar.

"Kami harap BSM OTO dapat meningkatkan market share pembiayaan syariah yang masih terbatas," kata Niken.

https://ekonomi.kompas.com/read/2017/08/02/142050826/bsm-tawarkan-pembiayaan-syariah-di-giias-2017-

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Rilis
IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

Earn Smart
Diterpa Sentimen 'Sell in May and Go Away', Apakah IHSG Masih Menarik?

Diterpa Sentimen "Sell in May and Go Away", Apakah IHSG Masih Menarik?

Earn Smart
Kewirausahaan untuk Semua

Kewirausahaan untuk Semua

Smartpreneur
Wacana WFA bagi ASN, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Wacana WFA bagi ASN, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Whats New
Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Whats New
Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Whats New
E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

Whats New
Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Whats New
Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Whats New
Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Spend Smart
Menteri PAN-RB kepada ASN: Jangan Memaki-maki Pemerintahan

Menteri PAN-RB kepada ASN: Jangan Memaki-maki Pemerintahan

Whats New
Pemerintah Usul Perubahan ICP, Subsidi BBM dkk Bertambah Rp 74,9 Triliun

Pemerintah Usul Perubahan ICP, Subsidi BBM dkk Bertambah Rp 74,9 Triliun

Whats New
IHSG Naik Tipis pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Masih di Level Rp 14.700-an

IHSG Naik Tipis pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Masih di Level Rp 14.700-an

Whats New
Kapal Berbendera RI Masuk 'White List' Setelah 2 Dekade, Dulu Sempat Dicap Tidak Aman

Kapal Berbendera RI Masuk "White List" Setelah 2 Dekade, Dulu Sempat Dicap Tidak Aman

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.