Salin Artikel

Mata Uang Venezuela Bergejolak, Harga-harga Barang Melambung

Pekan lalu, nilai tukar bolivar turun 70 persen di pasar gelap, menyitir berita di DolarToday, website asal AS yang mencatat rerata mata uang di pasar gelap.

Nilai tukar bolivar kembali menguat ke level 10.387 bolivar per dollar AS, namun harga-harga produk impor sudah naik. Warha Venezuela pun kesulitan membeli aneka kebutuhannya.

"Bagaimana mungkin membeli nasi beberapa hari lalu 8.000 bolivar, yang mana itu sudah mahal. Sekarang jadi 17.000 bolivar," kata Senovia Gonzalez, ibu rumah tangga berusia 64 tahun yang ikut antri membeli makanan di Paraguana, dekat Karibia.

(Baca: Juli 2017, Inflasi Venezuela Tembus 248,6 Persen)

Upah minimum di Venezuela hanya sebesar 97.531 bolivar atau bahkan tidak mencapai 1 dollar AS per hari jika dikalikan dengan nilai tukar paralel. Upah di Venezuela merupakan yang terendah di Amerika Latin di bawah pemerintahan Nicolas Maduro.

Maduro sendiri, dengan pemerintahan sosialisnya yang kurang populer, membagikan 153.000 bolivar untuk tiket makanan. Pemerintahan Maduro juga berupaya mendenda penjual yang menaikkan harga. Tapi di tengah krisis, dan inflasi hingga 3 digit, strategi tersebut sia-sia. Apalagi di masa resesi, pangan dan obat-obatan sangat terbatas.

"Jika kami tidak menaikkan harga maka kami akan tutup, memecat pegawai, bekerja untuk orang lain, atau meninggalkan negara ini," kata Victor Moreno, pemilik toko kebutuhan rumah tangga di Paraguana.

Sebelumnya, parlemen oposisi mengatakan bahwa inflasi di Venezuela mencapai 248,6 persen dalam tujuh bulan pertama di 2017.

(Baca: Selangkah Lagi, Negara Kaya Minyak Venezuela Menuju Default)

Namun Bank Sentral Venezuela belum memberikan publikasi resmi mengenai inflasi negara ini sejak dua tahun silam ketika krisis mulai memburuk.

Banyak warga Venezuela khawatir pada semakin buruknya nilai tukar bolivar yang sudah turun 99 persen dari nilainya dalam tiga tahun.

Pasar Gelap

Dengan menipisnya cadangan dolar pemerintah untuk mengontrol nilai tukar mata uang bolivar, banyak kegiatan impor dilakukan di pasar gelap menggunakan rerata mata uang di pasar gelap.

Dalam paruh pertama tahun ini, sebanyak 25 persen impor oleh perusahaan swasta menggunakan jasa pasar gelap, menurut konsultan lokal Ecoanalitica.

Artinya, harga di Venezuela lebih sensitif untuk berubah di pasar gelap. "Harga-harga yang ada, mencerminkan perubahan yang sangat agresif," kata kepala Ecoanalitica, Asdrubal Oliveros.

"Jika bolivar kemudian menguat, semua tahu bahwa penguatan itu bukan untuk jangka waktu lama," tambahnya.

https://ekonomi.kompas.com/read/2017/08/10/130000726/mata-uang-venezuela-bergejolak-harga-harga-barang-melambung

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.