Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kinerja Sektor Perhubungan 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyatakan, tugas yang didapatnya dari Presiden Jokowi-JK adalah menciptakan konektivitas antar daerah. Hal ini dilakukan agar perpindahan orang dari satu tempat menjadi cepat, yang nantinya memperlancar kegiatan ekonomi. 

"Amanah ke saya adalah menciptakan konektivitas, tetapi lebih jauh lagi kami pastikan bagaimana konektivitas dapat berfungsi dengan baik," ujar Budi Karya di Jakarta, Senin (16/10/2017). 

Dia mencontohkan Bandara Silangit yang berubah status menjadi bandara internasional. Pergantian status ini untuk mempermudah wisatawan asing mengunjungi objek wisata Danau Toba. 

Selain itu, Kemenhub juga telah membangun dan mengembangkan Bandara Matahora, Wakatobi, Bandara Komodo, NTT, dan Bandara Maratua, Berau. 

Dari sisi laut, Kemenhub juga konsisten menjalankan program tol laut yang bertujuan untuk mengurangi disparitas harga antara Indonesia Timur dengan Indonesia Barat. Saat ini, terdapat 13 rute tol laut yang dioperasikan. 

"Saya juga akan jadikan Tanjung Priok sebagai hub dengan memberikan endorsement dan kemudahan bagi kapal-kapa besar untuk datang ke sana. Karena dengan adanya kapal besar terjadi efisiensi," kata dia. 

Dari sisi kereta api, Budi Karya mengungkapkan, pemerintah kini tengah berupaya untuk membuat masyarakat khususnya Jakarta beralih dari kendaraan pribadi ke kereta api. Saat ini telah ada kereta rel listrik uang diperpanjang rutenya hingga Cikarang. 

Selain itu, pemerintah juga sedang membangun Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit Jabodebek. 

Sementara itu, Kemenhub telah membangun dan mengaktifkan kembali beberapa penyeberangan di Indonesia. Salah satunya, Pelabuhan penyeberangan Kumai-Kalimantan Tengah yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Kalimantan. 

https://ekonomi.kompas.com/read/2017/10/16/215255726/kinerja-sektor-perhubungan-3-tahun-pemerintahan-jokowi-jk

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke