Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kuasai Saham Freeport, Negosiasi Inalum dan Rio Tinto Masih Alot

Rio Tinto tak mau menyetujui proposal PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang minta diskon 20 persen.

(Baca: Dirut Inalum Sebut Perundingan Divestasi Freeport Dekati Tahap Akhir)

Saat ini pemerintah punya lima rekomendasi harga wajar dari lembaga keuangan. Pertama, valuasi dari Morgan Stanley yakni sebesar 3,6 miliar dollar AS;Deutsche Bank sebesar 3,3 miliar dollar AS; ketiga HSBC 3,85 miliar dollar AS, empat UBS senilai 4 miliar dollar AS; dan kelima RBC 3,73 miliar dollar AS.

Mengutip Kontan.co.id, Senin (30/4/2018) seorang sumber di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan bahwa perundingan pembelian participating interest (PI) 40 persen milik Rio Tinto adalah sebagai upaya pemerintah agar bisa menguasai saham 51% saham PT Freeport Indonesia.

Adapun sumber ini mengakui saat ini proses perundingan masih alot, terutama dalam penetapan harga.

Inalum telah mengajukan penawaran, menggunakan rekomendasi harga dari Deutsche Bank sebesar 3,3 miliar dollar AS, dengan permintaan diskon 20 persen. "Diskon harga berkenaan dengan kerusakan lingkungan," kata sumber Kontan.co.id, Minggu (29/4).

Meskipun perundingan masih berjalan alot, tim Inalum dan pemerintah Indonesia secara maraton terus melakukan negosiasi supaya pada Senin (30/4) atau akhir April 2018 bisa selesai. "Masih ada waktu 2 x 24 jam," tandasnya.

Sekretaris Perusahaan Inalum, Ricky Gunawan mengatakan saat ini perundingan negosiasi dengan Rio Tinto dilakukan Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin. "Ditunggu saja ya," tandas Ricky, Minggu (29/4).

Sementara Freeport tegas membantah tudingan adanya pencemaran lingkungan. Juru Bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama membantah adanya tudingan pencemaran lingkungan tersebut.

(Baca: BPK: Kerugian Negara Rp 185 Triliun Akibat Kerusakan Ekosistem oleh Freeport)

Riza mengklaim Freeport Indonesia mengelola limbah utama dari pertambangan dan pengolahan mineral tembaga atau tailings berdasarkan metode yang disetujui dan di izinkan oleh Pemerintah Indonesia.

Freeport mengklaim selama ini selalu mendokumentasikan dampak lingkungan dari operasional, memantau, dan mengelola limbah dengan baik.

"Ada persetujuan Amdal atas operasi PTFI dan setiap rencana kerja tahunan perusahaan," kata Riza kepada Kontan, Minggu (29/4). (Pratama Guitarra)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Inalum masih sulit menguasai Freeport


https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/30/154824526/kuasai-saham-freeport-negosiasi-inalum-dan-rio-tinto-masih-alot

Terkini Lainnya

Catat, 7 Strategi Punya Rumah untuk Milenial dan Gen Z

Catat, 7 Strategi Punya Rumah untuk Milenial dan Gen Z

Earn Smart
Simak 8 Tips Menabung untuk Beli Rumah

Simak 8 Tips Menabung untuk Beli Rumah

Earn Smart
Melalui Transportasi Laut, Kemenhub Berupaya Wujudkan Konektivitas di Indonesia Timur

Melalui Transportasi Laut, Kemenhub Berupaya Wujudkan Konektivitas di Indonesia Timur

Whats New
Status 17 Bandara Internasional Dihapus, INACA Ungkap Sederet Manfaatnya untuk Penerbangan Nasional

Status 17 Bandara Internasional Dihapus, INACA Ungkap Sederet Manfaatnya untuk Penerbangan Nasional

Whats New
1 Lot Berapa Lembar Saham? Ini Perhitungan Mudahnya

1 Lot Berapa Lembar Saham? Ini Perhitungan Mudahnya

Spend Smart
Jumlah Bandara Internasional Dipangkas, InJourney Airports: Banyak yang Tidak Efisien

Jumlah Bandara Internasional Dipangkas, InJourney Airports: Banyak yang Tidak Efisien

Whats New
Usai Gempa Garut, Pertamina Pastikan SPBU hingga Pangkalan Elpiji di Jabar Aman

Usai Gempa Garut, Pertamina Pastikan SPBU hingga Pangkalan Elpiji di Jabar Aman

Whats New
Kemenkop-UKM Tegaskan Tidak Melarang Warung Madura Beroperasi 24 Jam

Kemenkop-UKM Tegaskan Tidak Melarang Warung Madura Beroperasi 24 Jam

Whats New
BTN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Simak Kualifikasinya

BTN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Ada Gempa Garut, Kereta Cepat Whoosh Tetap Beroperasi Normal

Ada Gempa Garut, Kereta Cepat Whoosh Tetap Beroperasi Normal

Whats New
Akhirnya, Bea Cukai Bebaskan Bea Masuk Alat Belajar SLB yang Tertahan Sejak 2022

Akhirnya, Bea Cukai Bebaskan Bea Masuk Alat Belajar SLB yang Tertahan Sejak 2022

Whats New
Sri Mulyani Minta Ditjen Bea Cukai Perbaiki Layanan Usai 3 Keluhan Terkait Pelayanan Viral di Medsos

Sri Mulyani Minta Ditjen Bea Cukai Perbaiki Layanan Usai 3 Keluhan Terkait Pelayanan Viral di Medsos

Whats New
Menuju Indonesia Emas 2045, Pelaku Usaha Butuh Solusi Manajemen SDM yang Terdigitalisasi

Menuju Indonesia Emas 2045, Pelaku Usaha Butuh Solusi Manajemen SDM yang Terdigitalisasi

Whats New
Jadi Sorotan, Ini 3 Keluhan Warganet soal Bea Cukai yang Viral Pekan Ini

Jadi Sorotan, Ini 3 Keluhan Warganet soal Bea Cukai yang Viral Pekan Ini

Whats New
Perhitungan Lengkap Versi Bea Cukai soal Tagihan Rp 31 Juta ke Pembeli Sepatu Seharga Rp 10 Juta

Perhitungan Lengkap Versi Bea Cukai soal Tagihan Rp 31 Juta ke Pembeli Sepatu Seharga Rp 10 Juta

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke