Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mayoritas Produk Ekspor Unggulan ke AS Tidak Terikat Kebijakan GSP

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) tidak seluruhnya bergantung pada kebijakan Generalized System of Preference (GSP).

GSP merupakan kebijakan perdagangan suatu negara yang memberi manfaat pemotongan bea masuk impor terhadap produk ekspor dari negara yang memeroleh manfaat GSP.

"Tidak semua produk ekspor Indonesia memeroleh manfaat GSP AS. Berdasarkan laporan GSP AS tahun 2016, Indonesia hanya memeroleh manfaat GSP sebanyak 1,8 miliar dollar AS dari total ekspor Indonesia ke AS sebesar 20 miliar dollar AS," kata Ketua Apindo Bidang Hubungan Internasional dan Investasi Shinta Widjaja Kamdani melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (8/7/2018).

Menurut Shinta, justru sebagian besar produk ekspor unggulan Indonesia ke AS tidak memeroleh manfaat GSP.

Oleh karenanya, meski AS kini sedang meninjau ulang kebijakan GSP untuk Indonesia, kegiatan ekspor sebagian besar tetap bisa berjalan lancar.

Shinta menjelaskan, AS melalui kebijakan GSP memberikan pemotongan tarif bea masuk terhadap sekitar 5.000 produk dari total 13.000 jenis produk yang dikenal oleh mereka.

GSP AS secara umum memiliki 3 kategori manfaat, yakni manfaat A, kategori A*, dan kategori A+.

"Per 7 Juli 2018, Indonesia masih memeroleh manfaat GSP AS dalam kategori A yang memberikan pemotongan tarif bea masuk di AS untuk 3.500 produk, termasuk sebagian besar produk agrikultur, produk tekstil, garmen, dan perkayuan," tutur Shinta.

Shinta juga memastikan bahwa tidak semua produk yang diberikan manfaat GSP oleh AS diekspor Indonesia ke sana. Manfaat GSP ini diberikan hingga periode program tersebut berakhir pada 31 Desember 2020 mendatang.

"Secara keseluruhan, kami menganggap proses review kelayakan Indonesia untuk tetap memeroleh GSP sebagai suatu proses yang penting untuk menjaga hubungan perdagangan strategis Indonesia-AS yang saling menguntungkan," ujar Shinta.

Penjelasan ini disampaikan dalam rangka menerangkan ancaman perang dagang Presiden AS Donald Trump terhadap Indonesia yang sebelumnya disampaikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Apindo, Sofjan Wanandi.

Menurut Sofjan, Trump sudah memberi peringatan terhadap Indonesia karena jumlah ekspor dari Tanah Air ke sana lebih tinggi ketimbang ekspor AS ke Indonesia.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/08/190249026/mayoritas-produk-ekspor-unggulan-ke-as-tidak-terikat-kebijakan-gsp

Terkini Lainnya

Catat, Ini Rincian Batas Minimal Nilai UTBK untuk Daftar PKN STAN 2024

Catat, Ini Rincian Batas Minimal Nilai UTBK untuk Daftar PKN STAN 2024

Whats New
Pemerintah Temukan SPBE Kurang Isi Tabung Elpiji 3 Kg, Ini Tanggapan Pertamina

Pemerintah Temukan SPBE Kurang Isi Tabung Elpiji 3 Kg, Ini Tanggapan Pertamina

Whats New
Pemerintah Bayar Kompensasi Listrik ke PLN Rp 17,8 Triliun

Pemerintah Bayar Kompensasi Listrik ke PLN Rp 17,8 Triliun

Whats New
Lowongan Kerja Adaro Energy untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Adaro Energy untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Allianz Utama Kumpulkan Premi Bruto Rp 803,52 Miliar Sepanjang 2023

Allianz Utama Kumpulkan Premi Bruto Rp 803,52 Miliar Sepanjang 2023

Whats New
Hampir 70 Persen Gen Z Memilih Jadi Pekerja Lepas, Apa Alasannya?

Hampir 70 Persen Gen Z Memilih Jadi Pekerja Lepas, Apa Alasannya?

Whats New
Tingkatkan Peluang Ekspor UKM, Enablr.ID Jadi Mitra Alibaba.com

Tingkatkan Peluang Ekspor UKM, Enablr.ID Jadi Mitra Alibaba.com

Whats New
Praktik Curang Kurangi Isi Elpiji 3 Kg Rugikan Masyarakat Rp 18,7 Miliar Per Tahun

Praktik Curang Kurangi Isi Elpiji 3 Kg Rugikan Masyarakat Rp 18,7 Miliar Per Tahun

Whats New
Pertagas Gelar Pelatihan untuk Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Penyangga IKN

Pertagas Gelar Pelatihan untuk Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Penyangga IKN

Whats New
PLN EPI dan Universitas Telkom Kembangkan Teknologi 'Blockchain'

PLN EPI dan Universitas Telkom Kembangkan Teknologi "Blockchain"

Whats New
Mendag Ungkap Temuan 11 Pangkalan Gas Kurangi Isi Elpiji 3 Kg di Jakarta hingga Cimahi

Mendag Ungkap Temuan 11 Pangkalan Gas Kurangi Isi Elpiji 3 Kg di Jakarta hingga Cimahi

Whats New
Dorong UMKM Naik Kelas, Kementerian BUMN Gelar Festival Jelajah Kuliner Nusantara

Dorong UMKM Naik Kelas, Kementerian BUMN Gelar Festival Jelajah Kuliner Nusantara

Whats New
Dorong Implementasi Energi Berkelanjutan, ITDC Nusantara Utilitas Gandeng Jasa Tirta Energi

Dorong Implementasi Energi Berkelanjutan, ITDC Nusantara Utilitas Gandeng Jasa Tirta Energi

Whats New
Harga Emas Terbaru 25 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 25 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Sabtu 25 Mei 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Sabtu 25 Mei 2024

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke