Salin Artikel

Berkat Tetikus, Pria Ini Masuk Daftar 50 Orang Terkaya di Singapura

Ketika mendirikan Razer padah tahun 2005 bersama Robert Krakoff, pikiran Tan saat itu hanya satu "bagaimana menciptakan mouse untuk gaming yang nyaman?".

Menurut Tan, salah satu senjata terpenting dalam game adalah mouse alias tetikus. Mengusung slogan "for gamers by gamers", produk pertama dan andalan Razer saat itu adalah mouse.

Mungkin bagi selain maniak game mempertanyakan mengapa produk mouse sangat penting. Tetapi seperti halnya olahraga apapun, menurut Tan fungsi peralatan yang tepat dapat membuat perbedaan besar bagi penggunanya.

"Sesuatu yang dangkal atau sesederhana yakni mouse gaming... Bagaimana kita bisa membuat mouse yang lebih baik? Atau dalam hal ini, mouse gaming pertama di dunia ... Kami menginginkan sesuatu yang lebih tepat. Kami menginginkan sesuatu yang lebih akurat”, ujar Tan seperti yang dikutip dari CNBC.

Produk pertama mouse khusus game Razer diberi nama Diamondback yang diluncurkan tahun 2005 lalu. Kemudian, tahun-tahun setelahnya Razer memperluas pasar dengan menghadirkan beberapa perangkat lain yakni keyboard khusus gaming dan pelantang pada tahun 2007.

Pada tahun 2009-2010, Razer berinovasi meluncurkan headset khusus gaming dengan nama Megalodon dan konsol joystick yang diberi nama Razer Hydra.

Tak cukup sampai disitu, tahun 2012 Razer juga meluncurkan produk laptop yang di klaim sebagai laptop khusus game paling tipis yang diberi nama Razer Blade Laptop. Terakhir, tahun 2017 kemarin perusahaan Tan ini merilis handphone yang diberi nama Razer Phone.

Selain merilis berbagai perangkat game, Razer pun mengakusisi perusahaan rintisan teknologi lainnya. Ada 3 perusahaan yang akhirnya dibeli Razer yakni Nextbit System, Ouya dan THX.

Salah Satu Perusahaan Rintisan Teknologi yang IPO

Pada 13 November 2017, Razer menjadi salah satu perusahaan rintisan (start up) teknologi yang akhirnya melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/ IPO) di bursa saham Hong Kong.

Pada IPO tersebut, saham Razer dipatok seharga 3,88 dollar Hong Kong yang kemudian melambungkan nilai perusahaan menjadi 4,4 miliar dollar AS seperti dikutip Forbes dan Channel News Asia.

Pada kesempatan itu pula Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono dari Djarum Grup membeli saham IPO Razer sekitar 33 juta dollar AS.

Dengan serangkaian portofolio yang lumayan sukses, sebelum IPO Razer bahkan tercatat berhasil empat kali putaran pendanaan dengan mengumpulkan total 175 juta dollar AS.

Razer menerima pendanaan terakhir pada 15 Mei 2017, dimana mereka menguangkan 50 juta dollar AS dari Horizon Ventures di putaran pendanaan venture.

Tan juga menjadi pionir yang masuk daftar 50 orang terkaya Forbes Singapura dari kalangan pengusaha teknologi terutama game. Mantan pengacara yang memiliki sekitar 33 persen saham dari perusahaan yang bermarkas di Singapura dan San Francisco ini memulai debutnya di daftar 50 orang terkaya Forbes Singapura pada tahun 2016.

Tan berada di posisi ke-45 dari 50 daftar orang terkaya Singapura tahun 2018.  Forbes pada Rabu (25/7/2018) melansir kekayaan pria berumur 40 tahun ini mencapai 690 juta dollar AS.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/29/162458226/berkat-tetikus-pria-ini-masuk-daftar-50-orang-terkaya-di-singapura

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Kemendagri Sarankan Penggunaan Nama Dua Kata Dalam Dokumen Kependudukan

Ini Alasan Kemendagri Sarankan Penggunaan Nama Dua Kata Dalam Dokumen Kependudukan

Whats New
Epidemiolog Puji Upaya Kementan Tangani PMK di Indonesia

Epidemiolog Puji Upaya Kementan Tangani PMK di Indonesia

Rilis
Daftar 86 Fintech IKD dengan Status Tercatat di OJK Per Mei 2022

Daftar 86 Fintech IKD dengan Status Tercatat di OJK Per Mei 2022

Whats New
Gandeng Prism Energy, PGN Subholding Gas Pertamina Masuki Pasar LNG Internasional

Gandeng Prism Energy, PGN Subholding Gas Pertamina Masuki Pasar LNG Internasional

Whats New
Mirza Adityaswara Mengundurkan Diri dari Komisaris Utama Mandiri Sekuritas

Mirza Adityaswara Mengundurkan Diri dari Komisaris Utama Mandiri Sekuritas

Whats New
2023 Bebas Tenaga Honorer, Tjahjo: Alternatifnya Ikut Tes CPNS dan PPPK

2023 Bebas Tenaga Honorer, Tjahjo: Alternatifnya Ikut Tes CPNS dan PPPK

Whats New
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Percepat Normalisasi Kebijakan GWM

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Percepat Normalisasi Kebijakan GWM

Whats New
IHSG Berakhir di Zona Hijau, Saham BBRI dan BBNI Laris Diborong Asing

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Saham BBRI dan BBNI Laris Diborong Asing

Whats New
Awas, Modus Penipuan Tawarkan Upgrade Jadi Nasabah BCA Prioritas

Awas, Modus Penipuan Tawarkan Upgrade Jadi Nasabah BCA Prioritas

BrandzView
Ini Kendala-kendala UKM Saat Belanja Bahan Baku dari Luar Negeri

Ini Kendala-kendala UKM Saat Belanja Bahan Baku dari Luar Negeri

Whats New
Beberapa Upaya Ini Bisa Dorong Penerapan EBT untuk Mencapai Net Zero Emission

Beberapa Upaya Ini Bisa Dorong Penerapan EBT untuk Mencapai Net Zero Emission

Whats New
Penunjukan Luhut untuk Bantu Masalah Distribusi Minyak Goreng Dinilai Tak Tepat

Penunjukan Luhut untuk Bantu Masalah Distribusi Minyak Goreng Dinilai Tak Tepat

Whats New
Kini Bank Muamalat Punya Gerai Reksa Dana Syariah Online

Kini Bank Muamalat Punya Gerai Reksa Dana Syariah Online

Whats New
Gerakan Boikot Dunkin' Donuts Berlanjut, Tuntut 35 Karyawan Dipekerjakan Kembali

Gerakan Boikot Dunkin' Donuts Berlanjut, Tuntut 35 Karyawan Dipekerjakan Kembali

Whats New
PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.