Salin Artikel

Sepi Penumpang, Kereta Bandara Dikritik oleh Penggagas

Hal senada juga dirasakan mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edy Haryoto, yang memprakarsai kereta bandara kala itu.

Edy mengatakan, ada beberapa hal yang tak sesuai ekspektasinya saat menelurkan ide itu. Salah satunya soal okupansi penumpang yang jauh dari target.

"Beberapa hari lalu dapat kiriman kliping berita luar negeri, disebutkan KA Bandarahanya okupansi 40 persen" ujar Edy di kantor pusat Railink Jakarta, Jumat (28/9/2018). "Saya kan merasa disalahi, belum mencapai target," lanjut dia.

Edy memakluminya karena kereta bandara baru berjalan delapan bulan. Ia mengatakan, saat baru mulai disampaikan idenya pada 2002, ia membayangkan ada stasiun yang terintegrasi langsung dengan terminal-terminal di bandara. Sehingga penumpang kereta bandara merupakan orang-orang yang sudah pasti akan beraktivitas di bandara untuk bepergian ke tempat lain.

Dengan demikian, proses check in juga bisa dilakukan di stasiun kereta bandara.

"Di sini sudah bicara dengan groundhandling sehingga bagasi sudah diurus. Jadi udah on board. Itu yang belum terjadi," kata Edy.

Namun, yang terjadi saat ini kereta bandara berakhir di area terpisah dengan terminal di bandara. Penumpang harus naik laigi sky train untuk sampai ke terminal yang dituju.

"Setelah itu masih harus seret koper. Terminl III digebukin karena terlalu jauh," lanjut dia.

Saat dirinya masih menjadi Dirut KAI saat itu, Edy. membayangkan kereta bandara merupakan suatu moda khusus. Karena itu ia mengatur agar jalurnya tak mengganggu relasi kereta reguler. Keret tersebut spesial, sehingga rutenya menjauh dari stasiun-stasiun di sekitar bandara, seperti Tangerang.

Faktnya, cukup banyak pengguna kereta bandara tujuannya menuju bandara Soekarno-Hatta. Sebagian memanfaatkan kereta tersebut menuju stasiun yang dilintasi kereta tersebut, yakni Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri, dan Stasiun Batu Ceper.

Persoalan lainnya adalah letaknya yang dianggap kurang strategis. Edy mengaku sedikit kebingungan untuk aksses masuk stasiun. Letaknya juga agak tersembunyi di bawah kolong terminal jalan Jenderal Sudirman. Hal ini membuat stasiun tersebut sulit dijangkau dengan kendaraan umum karena letaknya agak jauh dari terminal Trans Jakarta.

"Tapi kalau nanti udah jadi satu, sentralized, ada MRT, insya Allah akan jauh lebih baik," kata Edy.

Edy mengatakaan, kritiknya tersebut bukan berarti menyalahkan apa yang telah dilakukan Railink. Ia yakin hal-hal tersebut masih bisa diperbaiki ke depannya.

Edy juga telah menyurati Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mempertanyakan sebenarnya status kereta bandara adalah murni angkutan ke bandara atau komuter. Pasalnya, ia merasa keberadaaannya kini menggeser peran komuter karena penumpang yang ke arah Duri atau Batu Ceper lebih memilih naik kereta bandara ketimbang Commuter Line.

"Ya tidak apa-apa sih, daripada tidak nambah penumpangnya," kata Edy.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/28/145247626/sepi-penumpang-kereta-bandara-dikritik-oleh-penggagas

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stakeholder Adalah: Definisi, Jenis, Peran, Fungsi, dan Contohnya

Stakeholder Adalah: Definisi, Jenis, Peran, Fungsi, dan Contohnya

Earn Smart
Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat HP dengan Mudah

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat HP dengan Mudah

Spend Smart
Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Rilis
Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Whats New
Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Spend Smart
Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Whats New
Perkuat Ekosistem 'Cashless', BNI Gandeng Indomaret

Perkuat Ekosistem "Cashless", BNI Gandeng Indomaret

Whats New
Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

Spend Smart
Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Whats New
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Whats New
Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Rilis
Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Whats New
Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Whats New
Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

Earn Smart
7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

Work Smart
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.