Salin Artikel

Kemkominfo Ajak UMKM Maksimalkan "E-commerce"

JAKARTA, kompas.com  - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Gerakan Ayo UMKM Jualan Online, serta Blibli.com mengajak Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memaksimalkan e-commerce sebagai wadah untuk mengembangkan usaha mereka.

Hal itu diutarakan dalam Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online: Murah, Cepat dan Aman di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (28/9/2018).

“Kami mengajak teman-teman Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk naik kelas. Artinya dari yang offline menjadi online," ucap Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian & Maritim Septriana Tangkary kepada awak media, Jumat.

Ia juga menjelaskan, melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mengajak UMKM yang ada di Indonesia untuk berjualan lewat marketplace.

Wadah online dan e-commerce dipilih karena dianggap murah, aman, serta dapat memperbesar peluang peningkatan pendapatan hingga 80 persen. Selain itu, e-commerce juga menjadi salah satu cara untuk mempromosikan produk UMKM Indonesia.

Menurut Septriana, penetrasi penggunan internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 132 juta yang membuat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia.

Namun, baru sekitar 8 persen pelaku UMKM yang telah memanfaatkan wadah online untuk memasarkan produknya. Hal ini karena masih banyak UMKM yang ragu apakah produknya bisa dijual secara online dan kurangnya pengertahuan tentang bagaimana cara berjualan lewat e-commerce.

"Karena itu edukasi akan pemanfaatan teknologi penting untuk terus dipupuk. Masyarakat harus terus diberi dorongan dan dukungan untuk memanfaatkan teknologi agar industri dapat terus berkembang pesat. Gerakan Ayo UMKM Jualan Online, ini salah satu cara kami mendukungnya, " ucap Septriana.

Melalui gerakan itu, Kemkominfo bekerja sama dengan Blibli.com memberikan sosialisasi dan pelatihan berjualan online kepada UMKM di 15 kota di Indonesia.

Para pelaku UMKM tidak hanya diajarkan menggunakan marketplace, tapi juga bagaimana memasarkan produknya secara online.

Septriana menjelaskan, para pelaku UMKM tidak perlu takut untuk mulai memasarkan produknya di marketplace karena sistemnya lebih aman dibandingkan sistem penjualan online yang lain.

Keamanan transaksi dalam marketplace, lanjut Septriana,  lebih terjamin karena sistem pembayaran dan sistem yang mengatur penjual juga pembeli sudah tertata dengan baik.

Untuk kelancaran program itu, Kemkominfo menggandeng 41 marketpalce yang ada di Indonesia. Pada 2017, tercatat sudah  ada 4,6 juta UMKM yang bergabung dengan marketplace. Lalu, pada 2018 ditargetkan 2,63 juta UMKM lainnya juga berjualan melalui marketplace.

Dengan semakin banyak UMKM yang memasarkan produk secara online, Septriana berharap UMKM bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan. Harapan selanjutya, transaksi e-commerce di Indonesia bisa mencapai angka 130 juta USD pada 2020.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/28/151900826/kemkominfo-ajak-umkm-maksimalkan-e-commerce

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenaikan Tarif Ojol Diundur, Gojek: Kami Pergunakan untuk  Persiapan dan Sosialisasi ke Pengguna dan Driver

Kenaikan Tarif Ojol Diundur, Gojek: Kami Pergunakan untuk Persiapan dan Sosialisasi ke Pengguna dan Driver

Whats New
Karyawannya Diancam UU ITE oleh Konsumen, Alfamart Tunjuk Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum

Karyawannya Diancam UU ITE oleh Konsumen, Alfamart Tunjuk Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum

Whats New
Dukung Kemandirian Nasional, Produsen Alkes Merek “OneMed” Agresif Ekspansi

Dukung Kemandirian Nasional, Produsen Alkes Merek “OneMed” Agresif Ekspansi

Rilis
80 Persen Keluarga Belum Punya Rumah, 'Backlog' Perumahan RI Kini di Atas 12 Juta

80 Persen Keluarga Belum Punya Rumah, "Backlog" Perumahan RI Kini di Atas 12 Juta

Whats New
Aturan Baru Syarat Perjalanan, Belum Vaksinasi Booster Wajib Tes PCR

Aturan Baru Syarat Perjalanan, Belum Vaksinasi Booster Wajib Tes PCR

Whats New
PGN Salurkan Jargas untuk 800 SR di Cluster Cataline, Kabupaten Tangerang

PGN Salurkan Jargas untuk 800 SR di Cluster Cataline, Kabupaten Tangerang

Whats New
Bergerak Fluktuatif, IHSG Parkir di Zona Merah pada Penutupan Sesi I

Bergerak Fluktuatif, IHSG Parkir di Zona Merah pada Penutupan Sesi I

Whats New
BPS: hingga Juli 2022, Neraca Dagang RI Surplus 27 Bulan Berturut-turut

BPS: hingga Juli 2022, Neraca Dagang RI Surplus 27 Bulan Berturut-turut

Whats New
Erick Thohir: Pemerintah Tidak Anti Merek Asing, Tidak Anti Kolaborasi Banyak Negara

Erick Thohir: Pemerintah Tidak Anti Merek Asing, Tidak Anti Kolaborasi Banyak Negara

Whats New
Lika-liku Rencana Kenaikan Tarif Ojol, Tuai Polemik hingga Berujung Penundaan

Lika-liku Rencana Kenaikan Tarif Ojol, Tuai Polemik hingga Berujung Penundaan

Whats New
Rincian UMR Karawang 2022 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Rincian UMR Karawang 2022 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Work Smart
Nilai Ekspor RI Juli 2022, Menyusut Secara Bulanan, Meningkat Secara Tahunan

Nilai Ekspor RI Juli 2022, Menyusut Secara Bulanan, Meningkat Secara Tahunan

Whats New
Indonesia Swasembada Beras, FAO: Kami Mengucapkan Selamat...

Indonesia Swasembada Beras, FAO: Kami Mengucapkan Selamat...

Whats New
Hari Ini, Penumpang 14 KA Jarak Jauh Bisa Naik dari Stasiun Jatinegara

Hari Ini, Penumpang 14 KA Jarak Jauh Bisa Naik dari Stasiun Jatinegara

Whats New
Cara Cek Masa Aktif Kartu, Pulsa, dan Nomor XL Sendiri 2022

Cara Cek Masa Aktif Kartu, Pulsa, dan Nomor XL Sendiri 2022

Spend Smart
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.