Salin Artikel

Memahami Mekanisme Negara Dapat Pinjaman dari IMF dan Bank Dunia

NUSA DUA, KOMPAS.com - Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali telah berlangsung hingga hari kelima pada Jumat (12/10/2018) ini.

Selama acara tersebut berlangsung, banyak topik yang membahas tentang berbagai masalah dan berdiskusi mencari solusi dari tantangan yang dialami negara-negara di dunia belakangan ini.

Namun, beberapa kalangan masyarakat masih belum terlalu memahami seperti apa persisnya peran dari lembaga seperti IMF atau Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia. Bahkan, sebelumnya ada salah satu aktivis yang menuding Bank Dunia mentransfer uang dalam jumlah besar kepada salah satu orang di Indonesia untuk pembangunan di Papua.

Dilansir dari publikasi resmi Grup Bank Dunia, disebutkan Bank Dunia dan IMF sama-sama diciptakan tahun 1944 saat Konferensi Bretton Woods. Saat itu, keduanya memiliki tujuan menempatkan ekonomi internasional pada pijakan yang kuat setelah berbagai kehancuran akibat Perang Dunia II.

Untuk menjadi anggota Bank Dunia, negara-negara tersebut harus terlebih dahulu bergabung dengan IMF. Hal itu dikarenakan kedua lembaga itu bekerja bersama-sama di berbagai tingkatan untuk membantu negara-negara anggota dan melangkah bersama melalui berbagai inisiatif.

Inisiatif yang dimaksud salah satunya bekerja sama untuk mengurangi beban utang luar negeri dari negara-negara miskin. Indikator negara yang perlu dibantu untuk dikurangi bebannya yaitu mereka yang ada di bawah insiatif Negara Miskin Utang Berat dan Utang Multilateral.

Bantuan juga diberikan dalam bentuk kajian atau analisis agar negara-negara berpenghasilan rendah mencapai tujuan pembangunan mereka tanpa menciptakan masalah utang di masa mendatang. IMF dan Bank Dunia juga membantu para anggotanya untuk mengembangkan sistem pajak hingga sektor keuangan yang lebih kuat.

Walaupun sama-sama dalam menunaikan tugasnya, ada perbedaan utama antara IMF dengan Bank Dunia. IMF berperan dalam menyelesaikan masalah ekonomi jangka pendek, sementara Bank Dunia fokus pada rencana jangka panjang yang biasanya berkaitan dengan program pembangunan berkelanjutan.

Maka dari itu, jika ada negara yang mengalami krisis, akan dibantu oleh IMF karena tujuan sementaranya untuk mendukung neraca pembayaran negara dan cadangan internasional sementara sekaligus menyarankan langkah untuk keluar dari masalah tersebut.

Adapun jika Bank Dunia mengucurkan pinjaman atau bantuan, ditujukan bagi negara dengan tingkat ekonomi berkembang atau yang sedang dalam masa transisi. Pinjaman juga tidak diberikan langsung kepada individu, melainkan berdasarkan mekanisme antarnegara yang dilaksanakan oleh lembaga terkait.

Adapun dari semua negara anggota, baik kaya atau miskin, dapat memanfaatkan layanan dan sumber daya IMF. Walaupun begitu, Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan taraf kelas ekonomi menengah tidak lagi memerlukan pinjaman dari IMF, namun masih menerima bantuan dari Bank Dunia untuk pembangunan jangka menengah-panjang.

Hal itu turut ditegaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyebut IMF hanya mengucurkan pinjaman pada negara yang mengalami krisis.

Sementara Indonesia saat ini tidak mengalami krisis, namun juga memang masih ada tantangan yang menerpa seperti pelemahan nilai tukar akibat penguatan dollar AS dan dampak dari perang dagang.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/12/075348326/memahami-mekanisme-negara-dapat-pinjaman-dari-imf-dan-bank-dunia

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MRT Jakarta Buka 8 Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Kualifikasinya

MRT Jakarta Buka 8 Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Kualifikasinya

Work Smart
LPS: Baru 49 Persen Penduduk Dewasa Indonesia yang Punya Rekening Bank

LPS: Baru 49 Persen Penduduk Dewasa Indonesia yang Punya Rekening Bank

Whats New
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,25 Persen, Ini Alasannya

LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,25 Persen, Ini Alasannya

Whats New
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Suku Bunga Acuan BI Naik, BNI Pertimbangkan Kerek Suku Bunga Kredit dan Deposito

Suku Bunga Acuan BI Naik, BNI Pertimbangkan Kerek Suku Bunga Kredit dan Deposito

Whats New
Sri Mulyani Sebut Ekonomi Dunia Bakal Resesi pada 2023

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Dunia Bakal Resesi pada 2023

Whats New
Rupiah Kian Tertekan, Dekati Rp 15.200 Per Dollar AS

Rupiah Kian Tertekan, Dekati Rp 15.200 Per Dollar AS

Whats New
Erick Thohir Tebar Pendanaan untuk Startup Pangan, Kesehatan, dan Energi

Erick Thohir Tebar Pendanaan untuk Startup Pangan, Kesehatan, dan Energi

Whats New
SPBU Vivo Akhirnya Naikkan Harga Revvo 89 Jadi Rp 11.600 Per Liter, Simak Rinciannya

SPBU Vivo Akhirnya Naikkan Harga Revvo 89 Jadi Rp 11.600 Per Liter, Simak Rinciannya

Whats New
Potongan Biaya Aplikasi Ojol di Atas 15 Persen, Kemenhub: Jika Melanggar, Akan Ditindak

Potongan Biaya Aplikasi Ojol di Atas 15 Persen, Kemenhub: Jika Melanggar, Akan Ditindak

Whats New
Mudahkan Pelanggan Cek Pemakaian Gas, PGN Gandeng PT Inti Kembangkan Smart Meter

Mudahkan Pelanggan Cek Pemakaian Gas, PGN Gandeng PT Inti Kembangkan Smart Meter

Rilis
Didorong Bisnis 'E-commerce', Pasar 'Data Center' RI Diproyeksi Mencapai 2,4 Miliar Dollar AS pada 2027

Didorong Bisnis "E-commerce", Pasar "Data Center" RI Diproyeksi Mencapai 2,4 Miliar Dollar AS pada 2027

Rilis
Ramai Esteh Indonesia Somasi Konsumennya, Ini Kata Pakar Marketing

Ramai Esteh Indonesia Somasi Konsumennya, Ini Kata Pakar Marketing

Whats New
Financial Freedom yang Sedang Tren di Kalangan Anak Muda

Financial Freedom yang Sedang Tren di Kalangan Anak Muda

Earn Smart
Turun Rp 2.000, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 2.000, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.