BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
Salin Artikel

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan Desa Kota Bani

BENGKULU, KOMPAS.com – Hari itu matahari bersinar cukup terik di Desa Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. Namun, hal tersebut tak menyurutkan semangat warga desa untuk beraktivitas seperti biasanya.

Nelayan dan petani kelapa sawit merupakan dua profesi utama yang ditekuni warga desa ini. Bahkan, profesi yang terakhir disebutkan itu tampak menjamur di sana.

Hampir di setiap jengkal wilayah Desa Kota Bani ditumbuhi kelapa sawit. Rentang waktu panen yang singkat dan harga yang lumayan stabil merupakan alasan utama mereka bergantung pada produksi tanaman tersebut.

Sebagai sebuah desa, Kota Bani merupakan salah satu yang memiliki akses jalan baik. Ini ada hubungannya dengan produksi kelapa sawit yang mereka jaga. Akses jalan yang baik dibutuhkan untuk memudahkan ketika mengangkut hasil panen.

Namun, keadaan itu ada prosesnya. Berkat dana desa yang mereka dapatkan sejak tahun 2015 dari pemerintah pusat, mereka bisa membuatnya seperti saat ini.

“Dulu para petani merasa kesulitan saat mengangkut hasil panen karena akses jalan di desa masih belum baik. Lalu, sejak menerima dana desa, kami mulai membangun jalan produksi pertanian rabat beton,” jelas Kepala Desa Kota Bani, Zaidin di Kantor Kepala Desa Kota Bani, Senin (8/10/2018).

Hingga saat ini, jalan rabat beton sepanjang satu kilometer sudah terbangun di Desa Kota Bani. Hal itu sontak menunjang peningkatan aktivitas ekonomi warga desa.

“Warga sangat senang dengan adanya perbaikan jalan produksi pertanian ini. Petani jadi bisa membawa hasil panen ke luar. Petani sawit sekarang juga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya langsir atau biaya angkut sebesar Rp 100 ribu per ton (yang dulu rutin harus dikeluarkan),” ujar salah seorang petani sawit di Desa Kota Bani, Zulkarnain, Selasa (9/10/2018).

Sebagai informasi, kelapa sawit juga merupakan komoditas hasil kebun desa Kota Bani.

Dari pengelolaan Kebun Sawit Desa seluas 14 hektar, selain membuka lapangan kerja bagi warga desa, kini juga sudah berhasil memberi pemasukan untuk kas desa.

Pada 2017 contohnya, desa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 245 juta dan sudah mengantongi Rp 135 juta per September 2018 dari hasil panen kelapa sawit.

Selain untuk menunjang aktivitas ekonomi warga desa, dana desa diberdayakan dan dimanfaatkan pula untuk pemberdayaan masyarakat. Contohnya, saat ini dana tersebut digunakan untuk memberikan bantuan alat tangkap kepada 25 nelayan di Desa Kota Bani.

“Sejak diberikan bantuan jaring lobster, kini kami tak perlu lagi menyewa alat. Selain itu kami juga bisa meningkatkan harga jual lobster ke pengepul karena tidak lagi dipotong harga sewa alat. Untuk hasil tangkapan, yang biasanya hanya dapat 2 kilogram per hari, kini bisa sampai 5 kilogram,” ujarnya.

Meningkatkan kualitas hidup masyarakat

Selain program pemberdayaan ekonomi masyarakat, Desa Kota Bani juga fokus dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Pemanfaatan dana desa pun digunakan sebaik-baiknya untuk program ini, salah satunya dengan perbaikan gedung PAUD.

Di Desa Kota Bani sendiri terdapat enam PAUD yang beroperasi. Namun, untuk saat ini baru PAUD Mekar Jaya yang telah menerima dana desa.

“Pemanfaatan dana desa yang sudah kami terima sangat membantu, terutama untuk perbaikan bangunan gedung sekolah. Contohnya beberapa bulan yang lalu lantai bangunan ambles, kemudian langsung diperbaiki dengan dana desa,” jelas Kepala PAUD Mekar Jaya Ni Dewi Ambaryani.

Selain memperbaiki gedung sekolah, dana desa meningkatkan pula kualitas kesehatan bagi warga desa dengan membangun posyandu. Posyandu di Desa Kota Bani sudah berdiri sejak tahun 2017.

Untuk saat ini, terdapat dua orang bidan dan 20 kader posyandu yang siap membantu meningkatkan kualitas kesehatan warga desa, utamanya balita.

Kepala Desa Kota Bani mengungkapkan bahwa posyandu ini bisa memberikan dampak positif lainnya, yakni memberdayakan masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan.

“Dengan pemberdayaan-pemberdayaan tersebut, alhamdulillah Desa Kota Bani telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari tahun ke tahun,” terang Zaidin.

Sejak Desa Kota Bani menerima dana desa pertama kali pada 2015, lanjut Zaidin, warga pra sejahtera tercatat sebanyak 120 kepala keluarga.

“Kemudian terjadi penurunan pada tahun-tahun berikutnya, yakni 105 kepala keluarga pada 2016, 81 kepala keluarga pada 2017, dan berkurang menjadi hanya 63 kepala keluarga pada 2018,” ujarnya.

Desa terbaik keenam di Indonesia

Dengan segala pembangunan yang sudah dilakukan, Desa Kota Bani pun meraih berbagai prestasi yang cukup membanggakan. Salah satunya adalah berhasil menjadi desa terbaik ke-6 dari 100 desa terbaik di Indonesia menurut Indeks Desa Membangun (IDM) yang dirilis oleh Kemendes PDTT.

Peringkat ini diraih oleh Desa Kota Bani karena berhasil memenuhi indikator penilaian dimensi ekonomi, sosial, dan ekologi. Melalui indikator tersebut, Desa Kota Bani pun berhasil mendapatkan skor 0,937 dan masuk ke dalam kategori Desa Mandiri (skor tertinggi adalah 1).

Lebih lanjut, skor yang paling banyak didapatkan adalah dari penilaian indikator dimensi ekonomi yang termasuk di dalamnya adalah tersedianya pelayanan dasar masyarakat dalam hal sarana pendidikan, sarana kesehatan, modal sosial, dan pemukiman.

Selain itu, penilaian juga berkaitan langsung dengan pemanfaatan dana desa yang telah diberikan oleh pemerintah pusat.

Menurut data Kemendes PDTT, Desa Kota Bani sudah menerima dana desa sejak tahun 2015. Untuk rincian anggarannya, pada 2015 desa ini mendapatkan dana sebesar Rp 291,9 juta.

Kemudian, pada 2016 dana desa yang diterima oleh desa yang terletak di Kecamatan Putri Hijau ini sebanyak Rp 639,2 juta. Pada 2017, dana desa yang diperoleh meningkat menjadi Rp 814 juta.

“Lalu pada tahun ini, yakni 2018, Kemendes PDTT mengucurkan dana Rp 684,6 juta kepada Desa Kota Bani. Dana tersebut pun kami manfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambah Zaidin.

Selanjutnya, Desa Kota Bani punya target untuk menghilangkan angka kemiskinan dengan membuat program-program yang tepat sasaran pada tahun-tahun selanjutnya melalui dana desa. Dengan begitu, warga desa dapat merasakan kesejahteraan merata serta bisa lebih meningkatkan potensi desa yang ada.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/18/104800326/pemberdayaan-ekonomi-masyarakat-jadi-kunci-keberhasilan-desa-kota-bani

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.